Share

Bab 90

Author: Jayden Carter
"Ayah, nggak usah ngomong lagi. Masih belum jelas juga? Dia pasti ketakutan, lalu pura-pura ke toilet padahal kabur!" ejek Luke.

Artha menyeringai sinis. "Kak, bukan aku yang bicara sembarangan, tapi kalau nanti kamu mau menyerahkan saham perkebunan ini ke Arlo, aku pasti nggak akan setuju! Harta Keluarga Hanafi mana boleh diberikan ke orang luar? Apalagi sampah seperti dia!"

Victor melirik adiknya, wajahnya sempat menampakkan amarah, tetapi dia menahan diri untuk tidak meledak.

Di Keluarga Hana
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1218

    Wajah Ibob semakin muram.Saat itu, salah seorang bawahannya seolah baru teringat sesuatu dan berbisik, "Kalau di Hareast nggak ada orang yang bernama sama, kemungkinan besar orang yang mereka sebut ini adalah orang yang dulu menggemparkan Hondaria hingga hampir membuat Keluarga Prijaya musnah."Daerah tempat tinggal mereka memang berdekatan dengan Hondaria. Hubungan antarkeluarga kaya di kedua wilayah itu cukup erat, sehingga informasi juga mudah beredar.Ibob sama sekali tidak meragukan laporan bawahannya. Dia pun menjadi semakin bimbang apakah harus mengubah rencana perjalanan mereka."Hmph! Memangnya Keluarga Prijaya itu apa? Mana pantas dibandingkan dengan Keluarga Candra dan Keluarga Budiono! Aku justru ingin melihat sehebat apa Master Arlo itu!""Keberanian Nona Julia memang luar biasa! Bagaimanapun hebatnya Master Arlo, dia nggak mungkin bisa melawan banyak orang sekaligus," sahut si pemuda sok jago di samping menyanjungnya.Mendengar itu, mata Julia langsung berbinar. Dia mema

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1217

    Saat semua orang masih mengobrol, tujuh atau delapan mobil mewah memasuki area istirahat. Seketika, perhatian semua orang tertuju ke sana.Dari sebuah Mercedes antipeluru yang telah dimodifikasi di tengah rombongan turun seorang pemuda berpakaian mewah. Di belakangnya mengikuti seorang wanita muda yang dipenuhi perhiasan mewah.Tak lama kemudian, belasan pengawal juga turun dari mobil. Dua pengawal wanita mengawal wanita muda itu menuju toilet."Wah, yang ini gayanya lebih hebat lagi. Mobil mewah, pengawal pula. Sepertinya bukan orang Cangga.""Terlahir di keluarga kaya memang butuh keberuntungan. Jangan-jangan anak orang kaya ini juga mau ke Keluarga Candra?"Arlo dan Zaem ikut melirik sekilas, tetapi keduanya sama sekali tidak mengenal pemuda itu.Sebaliknya, Neisya tampak tertegun.Orang dari Keluarga Budiono datang?Untuk sesaat dia tidak tahu apakah perlu mengingatkan Arlo atau tidak.Sementara semua orang masih berbisik-bisik, salah seorang pengawal pemuda itu juga sedang membisi

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1216

    Keluarga Candra tidak memiliki seorang pun yang telah mencapai tingkat bawaan, sehingga Arlo tidak mengkhawatirkannya. Yang justru membuatnya waspada adalah pihak Sekte Bayangan. Dia tidak tahu apakah akan ada ahli tingkat bawaan yang muncul dari sana.Memikirkan hal itu, keinginannya untuk meningkatkan kekuatan kembali membara.Jika berhasil mencapai tingkat Inti Emas, seluruh kemampuan teknik ilahi dan jurusnya akan naik ke tingkat yang lebih tinggi. Pada saat itu, hanya dengan satu pikiran saja, dia sudah bisa membunuh menggunakan kekuatan ilahi.Sepertinya, urusan mengobati orang dan menyebarkan ajaran benar-benar harus dipercepat.Arlo diam-diam memikirkan semua itu.Mobil melaju kencang di jalan tol. Yang membuat Zaem cukup heran adalah lalu lintas di jalan tol ternyata sangat padat. Berdasarkan pengalamannya, jalan tol yang menuju wilayah setingkat kabupaten seperti ini seharusnya tidak seramai itu.Di tengah perjalanan, Zaem sengaja mengarahkan mobil ke area istirahat. Begitu m

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1215

    Ternyata kediaman utama Keluarga Candra berada di sebuah kota kecil yang berada di bawah wilayah Provinsi Cangga. Hal itu sedikit di luar dugaan Arlo."Keluarga Candra adalah keluarga bela diri. Kalau tinggal di tengah kota yang ramai, itu tidak baik untuk kultivasi para anggota keluarga. Lagi pula, para praktisi bela diri yang datang ke Cangga selalu berkunjung seperti kamu. Terlalu merepotkan.""Seluruh kota kecil itu adalah wilayah Keluarga Candra. Ditambah lagi ada formasi pelindung, jadi kami nggak akan diganggu orang luar."Meskipun sudah menjadi tawanan, Jahara tetap berbicara tentang Keluarga Candra dengan penuh rasa bangga."Aku bukan datang berkunjung. Aku datang untuk membunuh." Arlo mencibir dingin. Ucapan itu langsung membuat wajah Jahara merah padam karena marah.Saat itu, Delfi perlahan sadar.Begitu mendengar kalimat tersebut, dia hampir saja pingsan lagi."Arlo ... kamu ... kamu sudah gila!"Setelah menahan diri cukup lama, hanya kalimat itu yang akhirnya keluar dari m

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1214

    Raut penghinaan melintas di mata Arlo. Dia menganggukkan kepala ke arah Zaem. Zaem langsung mengerti maksudnya dan segera mengikat Jahara bersama Delfi."Bereskan semuanya. Kita serbu Keluarga Candra!"Begitu Arlo mengucapkan kalimat itu, semua orang kembali terguncang. Tak seorang pun menyangka Arlo benar-benar berniat menerobos Keluarga Candra seorang diri.Jahara pun menatap Arlo dengan mata terbelalak. "Jadi kamu benar-benar nggak membunuhku?""Jangan-jangan, kamu mengira aku nggak membunuhmu karena takut sama Keluarga Candra?" Arlo mencibir dingin. "Nggak. Aku hanya butuh seseorang untuk menunjukkan jalan. Karena Keluarga Candra berani melindungi Keluarga Margono, berani membela Sekte Bayangan dan menjadi musuhku, aku bersumpah akan memusnahkan Keluarga Candra!""Kamu benar-benar berani datang ke Keluarga Candra?"Mata Jahara membelalak penuh ketidakpercayaan."Kamu benar-benar merasa bisa melawan tiga grandmaster seorang diri? Keluarga Candra memiliki tiga grandmaster, dua di ant

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1213

    Tetua Ketiga berkata dengan nada datar, "Dia telah membunuh murid Sekte Bayangan. Meskipun dia seorang genius dalam alkimia, hukuman mati masih bisa dimaafkan, tetapi hukuman hidup tidak bisa dihindari.""Bawa dia ke Sekte Bayangan. Biarkan dia meracik pil untuk sekte kami selama 50 tahun sebagai penebus dosanya. Apa lagi yang perlu diperdebatkan?"Karem berdeham pelan. "Orang itu berwatak keras. Saya khawatir dia tidak akan mau menerima hukuman.""Suruh Maragi dan Rowar turun gunung bersamamu. Setelah dia ditangkap hidup-hidup, paksa dia menelan Pil Tiga Mayat," lanjut Tetua Ketiga."Dewa Militer juga sangat memperhatikan orang ini. Saya khawatir beliau akan menghalangi kita.""Kalau Dewa Militer berani ikut campur, aku sendiri yang akan turun tangan.""Tahun ini giliran Sekte Bayangan yang bertugas. Pemimpin sekte bersama Tetua Pertama dan Tetua Kedua sudah pergi selama tiga bulan. Dalam keadaan seperti ini, Dewa Militer nggak akan berani berbuat macam-macam."Selesai berbicara, Tetu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 295

    Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 135

    Herry melirik sekilas ke Arlo, lalu berkata dengan nada kesal, "Kamu benar-benar nggak tahu betapa kejamnya dunia luar! Kamu tahu nggak siapa sebenarnya Maher yang mereka sebut-sebut itu?""Nggak tahu!" Arlo menggeleng.Herry berkata, "Orang-orang yang bisa bawa puluhan anak buah buat nagih utang be

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 414

    "Keluarga Artika ini memang kekuatan lama di lingkungan militer, nggak gampang dihadapi. Aku selalu merasa diriku sudah cukup bikin onar, tapi dibandingkan denganmu, aku ini seperti anak baik!"Arlo menyadari bahwa wanita ini punya kecenderungan cerewet.Tak lama kemudian, mobil berbelok ke sana kem

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 588

    "Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status