Mag-log inArlo mengangguk, "Pil Perawatan Wajah itu diberikan Sheila?""Bukan, dibawa Pak Haydan ...." Isla langsung terdiam sesaat setelah berkata, lalu menoleh ke arah Haydan. Sheila dan Arlo saling bertukar pandang dan ikut menatap Haydan.Haydan berusaha tetap tenang. "Kenapa kalian melihatku seperti itu? Aku jadi duta produk Pil Perawatan Wajah, memangnya salah kalau aku memakannya?""Kalau begitu, tolong keluarkan Pil Perawatan Wajah yang kamu bawa!" Sheila mengulurkan tangannya ke arah Haydan.Haydan mencibir, "Kalian mau menyalahkanku sekarang? Jangan harap! Aku beli pil ini dari jalur resmi, ada faktur pembeliannya!"Sambil bicara, dia benar-benar mengeluarkan faktur dan kemasan dari tasnya. Sheila melihat sekilas, lalu mengangguk, wajahnya menunjukkan kebingungan. "Memang produk asli!"Arlo tersenyum tipis, "Dia mengaku atau nggak, aku sudah bisa memastikan bahwa kondisi mereka sekarang adalah akibat keracunan!"Sambil berkata demikian, dia pura-pura merogoh pakaiannya, lalu mengeluark
Di dalam hotel, Isla menatap wajahnya di cermin. Pembengkakan menyebar di wajahnya, dipenuhi bintik-bintik ruam, bahkan matanya sampai sulit dibuka.Dengan kondisi seperti ini, jangankan menghadiri acara perkenalan, kalau tidak segera ke rumah sakit, dia bahkan takut akan cacat permanen. Aktris itu benar-benar panik. Namun karena Sheila memintanya untuk tetap tenang, dia menahan kecemasan dan menunggu di kamar.Berbeda dengan dia, aktor pria yang juga menjadi duta pil kecantikan, Haydan, malah menunjukkan reaksi yang lain. Gejalanya jelas jauh lebih ringan, tapi dia terlihat sangat gelisah."Kalian harus melepaskanku! Produk kalian bermasalah. Aku jadi begini karena memakainya! Aku mau membatalkan kontrak dan akan membongkar kalian ke publik!""Kalian sekarang sudah membatasi kebebasanku! Aku kasih tahu, aku punya sepuluh juta pengikut. Dampak yang bisa aku timbulkan bukan sesuatu yang bisa kalian bayangkan!""Tenang saja, nggak akan terjadi apa-apa. Bu Sheila akan bawa dokter!" Isla m
Kedua wanita itu sama-sama menyadari perubahan pada Arlo.Selama ini, Arlo yang mereka kenal selalu tenang dan santai, jarang sekali terlihat semarah ini.Fellis lalu menjelaskan kepada Sheila tentang rencana Keluarga Sinaga dan dugaan Arlo. Jika Keluarga Sinaga benar-benar memanfaatkan para pasien itu, lalu "membongkar" sendiri bahwa obat mereka bermasalah dan menimpakan tuduhan efek samping pada pengobatan tradisional. Efek sampingnya pasti akan melibatkan mereka.Namun, Fellis tetap sulit percaya. "Keluarga Sinaga senekat itu? Ini bisa merusak reputasi seluruh industri pengobatan tradisional!"Fellis yang belajar manajemen bisnis sangat paham hubungan di dalamnya.Di dunia bisnis, satu pihak untung belum tentu semua ikut untung, tapi kalau satu pihak jatuh, biasanya semua ikut terdampak.Dua puluh tahun lalu, kasus susu formula lokal adalah contoh nyata. Karena skandal satu merek, terjadi krisis kepercayaan di seluruh industri, membuat semua merek lokal kehilangan kepercayaan masyar
Arlo mengangguk pelan. "Jadi maksudmu, forum evaluasi para ahli kali ini akan menentukan masa depan obat khusus kanker paru dan hati kita?"Fellis mengangguk.Obat jenis ini adalah obat resep dengan spesialisasi tinggi, tidak mungkin dijual bebas di apotek. Artinya, mereka hanya bisa masuk lewat rumah sakit resmi. Dari sana, muncul dua masalah. Pertama, kenapa rumah sakit harus memilih obatmu? Bukan berarti efektif lalu pasti dipakai.Kedua, obat harus masuk dalam cakupan asuransi kesehatan agar bisa menjangkau pasien dalam skala besar. Di dalamnya ada persoalan kelayakan dokumen, jaringan relasi, hingga penentuan harga yang sangat kompleks.Proses masuk ke sistem asuransi ini hanya dibuka pada periode tertentu setiap tahun, dan kali ini kebetulan waktunya pas. Kalau terlewat, harus menunggu satu tahun lagi.Arlo memang tidak terlalu memahami detail proses ini, jadi Fellis menjelaskannya secara singkat. Setelah berpikir sejenak, Arlo mengetuk meja, "Sepertinya Keluarga Sinaga akan berg
Begitu Fellis mendorong pintu ruang privat, dia langsung terpaku di tempat. Wajah cantiknya memerah, sudut bibirnya langsung turun.'Hebat, ya. Aku sibuk memikirkan karier dan ingin punya posisi di hati Kak Arlo, eh dua orang ini malah langsung ciuman? Ini namanya berkarier kalah sama kejar pria ya?'"Uhuk ...." Arlo melepaskan Sheila dengan canggung dan mundur dua langkah, lalu duduk di kursi teh.Sheila mengusap bibirnya, lalu menjulurkan lidah ke arah Fellis, 'Gadis kecil, mau bersaing denganku? Aku sudah langsung turun tangan, eh bukan, langsung turun mulut.''Waktu kamu selesai urusan karier dan berhasil merebut hati pria, anakku mungkin sudah bisa beli kecap sendiri!'Fellis mengerucutkan bibir, lalu duduk dengan kesal di samping. "Kak Sheila, kemarin kamu nggak bilang begitu ke aku.""Oh? Memangnya kemarin aku bilang apa?" Sheila memasang wajah pura-pura lupa.Arlo sendiri tidak tahu apa yang sedang dimainkan dua wanita ini. Namun dari kelihatannya, sejak produksi Pil Pemelihara
Arlo awalnya ingin mengajak Chairil kembali ke Kota Naldern bersama, tapi pria ini benar-benar tipe yang lebih mementingkan wanita daripada teman. Dia malah bilang akan tetap melanjutkan rencana pertunangannya.Waktunya ditetapkan tiga hari lagi.Awalnya Arlo sudah berjanji akan menghadiri acara pertunangan Chairil, tapi sekarang sepertinya dia tidak punya waktu untuk tinggal di Provinsi Rimawe selama itu.Namun melihat situasinya sekarang, Keluarga Taslim pasti tidak akan lagi merasa tidak puas atau mempersulit Chairil sebagai calon menantu.Arlo berpamitan pada Chairil, lalu langsung kembali ke Kota Naldern sendirian. Sesampainya di Naldern, Arlo menerima telepon dari Sheila, lalu langsung menuju kedai teh.Di depan pintu kedai teh, Sheila kembali mengenakan gaun bermotif bunga yang mencolok. Gaun itu memperlihatkan tubuhnya yang indah berlekuk dan dia berdandan menawan sambil menunggu Arlo. Begitu Arlo masuk, dia langsung merangkul lengan Arlo dan menariknya ke ruang privat."Pria b
"Uang Keluarga Sriwandi, kekuasaan Keluarga Artika. Cukup dengan salah satu saja, seseorang sudah bisa berjalan seenaknya di Provinsi Hareast, apalagi kalau dua keluarga itu bersatu? Kamu kira bisnis barang antik ini murni cuma dikuasai Keluarga Sriwandi? Di dalamnya ada saham Keluarga Artika!""Kit
Di samping, Zaem langsung ikut berteriak lantang, "Melihat token raja bela diri sama dengan raja bela diri datang langsung! Masih nggak berlutut memberi hormat kepada pemegang token?"Sekelompok orang Komite Bela Diri Provinsi Orlanis pun berdiri kacau diterpa angin. Mereka sejak pagi menempuh perja
Omran mengepalkan tinjunya, menatap ring dengan mata tak berkedip.Wajah Faris memerah, seluruh tubuhnya tampak gelisah. Kalau Omran hancur, dia juga pasti ikut celaka!Sheila terlihat relatif tenang. Namun jika diperhatikan saksama, di balik sorot matanya tersimpan kegelisahan. "Entah kali ini dia
"Arlo ternyata juga seorang ahli transformasi, bahkan sudah mencapai tingkat menyembunyikan aura sepenuhnya? Ya Tuhan!"Ahsan gemetar hebat.Sebelumnya, baik dia maupun Dikara sama sekali tidak merasakan sedikit pun aura seorang petarung dari Arlo. Baru setelah bertarung, dia menyadari bahwa Arlo te







