Share

15.

Author: Odiiwords
last update publish date: 2026-10-30 20:00:00

"Aku kejam dan licik?"

Selena bangkit dari sofa dengan gerakan tenang. Tidak ada ledakan amarah di wajahnya. Ia hanya berjalan mendekat, berhenti beberapa langkah di hadapan pria yang pernah menjadi suaminya itu, lalu menatapnya dengan dingin.

"Hati-hati dengan ucapanmu, Cedric."

"Kau meminta Eleanor menjambak Mia dan menendang kakinya yang sedang terluka!" sergah Cedric. Rahangnya mengeras, seolah-olah tuduhan itu sudah cukup untuk membuktikan bet
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Writting’s On The Wall   24.

    Selena mengusap wajahnya yang basah setelah ia mengangkat kepalanya dari dalam air kolam renang pribadi. Butir-butir air berkilauan di bawah pendar cahaya matahari sore, membasahi helaian rambut hitamnya yang kini melekat di bahu. Ia melirik sekilas ke arah tepi kolam, mendapati Morgan—kepala pelayan setianya—tengah setengah berlari menghampiri dengan membawa sebuah handuk lembut dan ponsel berdering. “Nyonya! Ada panggilan dari Sidney!” seru Morgan dengan napas sedikit terengah. Selena tersenyum tipis, menghentikan renangnya lalu berenang pelan menuju pinggir kolam sebelum akhirnya naik dengan gerakan yang tetap anggun. Ia meraih ponsel yang terulur di tangan Morgan, menerima panggilan tersebut, lalu menyentuh tombol pengeras suara seraya melilitkan handuk kering ke tubuhnya. “Selena! Aku sudah mendengar semuanya dari Brian! Ya Tuhan, apa berita itu benar?!” Suara nyaring bernada p

  • Writting’s On The Wall   23.

    Chase kembali menunduk, memeriksa lembar laporan yang memuat riwayat kepemilikan saham. Ada sesuatu yang terasa ganjil dari semua informasi itu.Selena menjual sebagian besar sahamnya enam bulan lalu. Setelah itu, keterlibatannya dalam urusan perusahaan mulai berkurang. Padahal, tidak ada alasan finansial yang mendesaknya untuk melakukan hal tersebut.Ia tidak sedang menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan. Tidak pula sedang kehilangan kepercayaan dari para investor.Lantas, mengapa ia melepaskan sesuatu yang telah dibangunnya sendiri?Ia teringat pertemuan singkatnya dengan Selena di Universitas Rosewood. Perempuan itu memiliki pembawaan yang begitu tenang, tetapi juga menyimpan ketegasan yang sulit diabaikan. Ia tidak terlihat seperti seseorang yang akan mengambil keputusan besar tanpa mempertimbangkan segala konsekuensinya.Jika Selena memang berniat meninggalkan SC Group, tentu ia sudah memikirkan langkah itu jauh-jauh hari.

  • Writting’s On The Wall   22.

    Cedric terdiam membeku di tempatnya berdiri, kedua bahunya merosot turun. Napasnya tercekat di tenggorokan; ia tidak pernah menyangka bahwa Selena benar-benar telah membulatkan tekad dan memotong setiap celah untuk kembali. “Selena... apa kau sungguh sudah tidak mencintaiku lagi?” Pertanyaan itu meluncur pelan, menggantung di udara yang terasa kian menipis. Celah keheningan yang dingin langsung menyelimuti seluruh sudut ruang kerja mewah tersebut. Cinta? Selena menatap pria di hadapannya dengan tatapan tak percaya. Di dalam hatinya, ia merasa muak. Siapa sebenarnya yang memberikan pria tidak tahu malu ini keberanian untuk melontarkan pertanyaan konyol dan memelintir keadaan seolah dirinyalah pihak yang tersakiti? “Cedric,” panggil Selena pelan, namun suaranya sukses membuat darah di tubuh pria itu merosot dingin. “Saat kau pertama kali memutuskan untuk bersama dengan Mia Bennett di belakangku... ap

  • Writting’s On The Wall   21.

    “Selena, kau harus bertindak jauh lebih tegas lagi. Jangan biarkan pria bajingan itu menginjak-injak harga dirimu!” tegur Brian dengan nada menggelegar, rahangnya masih mengeras menahan amarah yang belum sepenuhnya tuntas. Selena tersenyum tipis, ketenangan di wajahnya kontras dengan amarah yang membara di sekelilingnya. “Tenanglah, Kak. Aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi.” Bianca menatap kakak laki-lakinya dan sang ayah secara bergantian, sorot matanya menyiratkan kepanikan yang gagal disembunyikannya. “Kalian... kalian benar-benar setuju Kak Selena bercerai dengan Cedric?!” “Kami setuju,” jawab Ronan dan Brian hampir bersamaan, tanpa keraguan sedikit pun. Selena menyunggingkan senyuman miring yang penuh arti, lalu menoleh lambat-lambat menatap adik tirinya. “Jangan khawatir, Bianca,” ujarnya dengan nada sarkas yang menusuk. “Semuanya akan segera kembali ke posisinya masing-masing.”

  • Writting’s On The Wall   20.

    Aula utama itu mendadak jatuh dalam keheningan total yang mencekam. Bahkan alunan musik akustik dari sudut ruangan seketika berhenti mengalir, seolah-olah ikut membeku menyaksikan adegan barusan. “Nyo-nyonya Selena…” Mia memegangi sebelah pipinya yang merona merah dan membengkak, merasakan sensasi panas yang membakar kulitnya. Sepasang matanya membelalak sempurna tak percaya, air mata kepedihan yang tadinya dibuat-buat kini benar-benar tumpah membasahi wajahnya. “Selena, kau… keterlaluan!” erang Cedric murka. Ia reflek mencengkeram pergelangan tangan Selena dengan erat. Tanpa gentar, Selena meronta dan menepis tangan pria itu dengan gerakan tegas penuh jijik. Ia lalu melepas sarung tangan sutra di tangan kanannya dengan anggun, menyerahkannya begitu saja kepada Eleanor yang berdiri di dekatnya. Mengabaikan Cedric sepenuhnya, Selena menatap tajam sosok di hadapannya. “Sekarang, pergilah dari hadapanku,” ucap Selen

  • Writting’s On The Wall   19.

    “Selena, aku mohon. Jangan seperti ini... kau bisa merusak nama baik SC Group!” ucap Cedric memelas, berusaha membalikkan keadaan di hadapan publik. Selena mengangkat sebelah alisnya, menatap lurus wajah pucat pria di hadapannya dengan tatapan menghunus. “Saat kau dengan sengaja membawa wanita ini masuk ke ruangan penuh investor terhormat ini, apa sedikit pun terlintas di benakmu untuk memikirkan nama baik SC Group?” Cedric terdiam seketika, kehabisan napas. “Saat kau membawanya pergi berlibur, menikmati makan malam di restoran mewah, dan menginap di hotel bintang lima berdua, apa kau ingat pandangan para investor jika mereka tahu bahwa Direktur Utama perusahaan itu membohongi istrinya dengan alasan dinas pekerjaan—padahal sibuk berselingkuh?” Cedric melangkah mundur satu, dua langkah, tak mampu menahan gelombang kebenaran yang telak itu. Selena melontarkan kalimat-kalimat tersebut dengan intonasi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status