"Nyonya, ini semua laporan yang Anda minta." Suara itu memecah keheningan ruang kerja Selena yang didominasi nuansa monokrom. Warna-warna kelabu, hitam, dan putih di ruangan itu seolah mencerminkan isi kepala sang pemilik—dingin, terstruktur, dan tanpa celah. Sebuah map cokelat tebal diletakkan di atas meja marmer hitam. "Semua?" tanyanya singkat. Nada suaranya datar, tanpa beban. Dagunya terangkat sedikit, memperlihatkan garis rahang yang tegas dan elegan, sementara maniknya bahkan tidak beralih sedikit pun kepada pria di hadapannya. Billy mengangguk mantap. Posturnya tetap tegak sempurna, menunjukkan profesionalisme tinggi dengan kedua tangan bertumpu sopan di depan perut. "Semuanya ada di dalam map itu, Nyonya." Mendengar jawaban yang pasti dan tanpa keraguan, Selena akhirnya mengembuskan napas perlahan. Tarikan napas yang tenang, seolah ia sedang bersiap menyelam ke dalam air es. Selena Lawrence, memadamkan layar ponselnya, lalu meraih map tersebut. "Di mana dia sek
Zuletzt aktualisiert : 2026-10-06 Mehr lesen