Share

236

Penulis: Naomiliana
last update Tanggal publikasi: 2026-07-20 23:24:32

“Kemana mereka?” gumam Yitan.

“Ada jejak kaki... masih baru,” ucap Zei Xen berlutut memeriksa lantai.

“Ke belakang!” serunya.

Mereka berlari mengikuti jejak itu hingga tiba di sebuah ruang kerja.

Di sana, sebuah rak buku tergeser, memperlihatkan lorong rahasia yang masih terbuka.

Lian Wei menyentuh dinding batu yang masih hangat.

“Mereka baru saja lewat. Aku tidak menyangka Perguruan Deng sangat ahli membuat mekanisme seperti ini,” ucap Lian Wei.

Wang Xuemin menatap Lian Wei lalu ia mengumpat p
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   270

    Di sepanjang jalan Lian Wei terlihat sangat kesal, di pikirannya hanya ada uang yang bertumpuk. Hingga ia sudah tiba di istana, ia memasuki jalan rahasia yang pernah digunakannya saat kabur bersama Mingmei. Setelah berhasil masuk, segera ia menutup pintu dan pergi dari sana. Ia melompat dengan ringan di atas pohon dan genteng, hingga ia tiba di kediamannya. Bruk... Suara yang begitu keras membuat pengawal kediamannya siaga. Ia menurunkan cadarnya, lalu saat mengenali Lian Wei pengawal itu menurunkan kewaspadaan mereka. Belum sempat mereka memberi salam, Lian Wei sudah memberi tanda untuk diam. Segera setelah Lian Wei memberikan tanda itu mereka terdiam dan kembali pada aktivitas mereka, seperti tidak terjadi apapun. Lian Wei memasuki kamarnya lalu ia pergi ke arah tempat pemandian.Disana ia berjalan menuju batu besar, ia mengambil air di pemandian dan menuangkannya pada tiga titik di batu itu. Sebelumnya Jianying dapat menemukannya karena tidak sengaja membuat cangkir tumpah di a

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   269

    “Jadi bagaimana cara kita menemukan Lian'er?”“Mereka semua adalah orang-orang milik Lian'er, tidak mungkin mereka tidak tahu dimana tuannya bukan?” ucap Jianying sambil menunjuk pelayan yang berada di luar.“Kau benar.”“Lagi pula bukankah aneh menurutmu? Lian'er bisa memiliki harta sebanyak ini dan menyimpannya disini. Terlebih dengan jebakan ini, ia sudah memperkirakan hal ini akan terjadi,” lanjut Xiuhuan.Jianying berjalan keluar dari ruang rahasia itu, diikuti oleh Xiuhuan.“Jadi kita harus mencari Lian'er melalui mereka?”“Ya kau benar kakak, selain itu kita harus memperhatikan setiap pelayan dan pengawal yang memiliki gerak gerik berlebihan.”“Tapi kau jangan lupakan soal Selir Cui,” ucap Xiuhuan.“Benar aku hampir melupakannya kak. Aku akan mengatur hal ini untuk mengetahui apakah kecurigaan kita berdasar atau tidak.”“Baik kita mulai misi ini hari ini,” ucap Xiuhuan yang di angguki Jianying. Jianying berjalan dengan langkah gontai, ia juga membawa satu anak panah tadi. Saat

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   268

    “Kakak, hati-hati!”Xiuhuan segera berbalik menatap Jianying dengan tatapan bingung.“Ada apa?”“Kakak, di belakangmu!”Syung!Suara desingan tajam tiba-tiba membelah udara.Trang!Sebuah anak panah melesat melewati sisi kepala Xiuhuan dan menghantam dinding di belakangnya. Ujung anak panah itu tertancap kuat hingga membuat dinding di sekitarnya retak.Xiuhuan membelalakkan mata.“Apa—” ucap Xiuhuan terkejut, namun belum sempat ia menyelesaikan ucapannya—Syung! Syung! Syung!Puluhan anak panah melesat dari berbagai arah.Jianying segera menerjang ke arah Xiuhuan dan menarik tubuh kakaknya ke samping.“Berlindung!”Dalam sekejap, suasana ruangan berubah menjadi kacau.Dari celah-celah dinding, langit-langit, bahkan bagian lantai yang sebelumnya terlihat tidak mencurigakan, tiba-tiba muncul lubang-lubang kecil. Dari sanalah anak-anak panah ditembakkan tanpa henti.Syung! Syung! Syung!Anak panah melesat seperti hujan besi.Tidak ada satupun sosok manusia yang terlihat.Tidak ada pemanah

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   267

    “Kau tahu apa yang harus kau lakukan sebagai panglima kekaisaran ini, Jianying,” ucap Kaisar Li.Jianying segera berdiri dan melangkah maju, ia membungkuk dengan tegas.“Mengerti, Ayah. Akan aku lakukan.”“Aku akan memerintahkan pasukan di wilayah perbatasan untuk meningkatkan kewaspadaan. Kita juga akan memeriksa kembali kondisi benteng, persediaan senjata, serta jumlah pasukan yang dapat dikerahkan jika perang benar-benar pecah,” tatapannya berubah tajam.“Jangan hanya mempersiapkan pasukan,” ujar Jiazhen.Jianying mengangkat wajahnya.“Pastikan rakyat juga dipersiapkan. Jika Song menyerang, mereka tidak boleh menjadi korban pertama.”“Baik,” Jianying mengepalkan tangan di depan dada.“Bagus, kau memang putraku.”“Jika ayah berkenan aku akan mengajak Tentara Xinxin untuk bergabung,” ucap Jianying.“Ya, kirimkan undangan pada mereka untuk pembahasan lebih lanjut. Tidak akan kubiarkan satupun wilayah kita jatuh tanpa perlawanan.”Xiuhuan mengangguk puas mendengar jawaban itu.“Kalau b

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   266

    “Katakan.”Masih dalam posisi berlutut, Xiuhuan mengangguk penuh semangat. Ia menyampaikan laporan yang diterimanya.“Kekaisaran Song sedang mempersiapkan pasukan untuk menyerang Kekaisaran Xu. Berdasarkan informasi yang kami terima dari para pengintai, pergerakan pasukan Song semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir. Mereka mulai mengumpulkan persediaan makanan, senjata, serta pasukan di wilayah perbatasan.”Wajah Kaisar Li yang semula kusut perlahan berubah serius. Ia menegakkan tubuhnya, ia juga menyuruh para selir untuk kembali ke kediamannya masing-masing.“Kami permisi dulu Yang Mulia,” ucap kedua selir itu dan pergi dari sana.“Seberapa besar pasukan mereka?”“Kami belum mendapatkan jumlah pastinya, ayah. Namun, melihat banyaknya pergerakan pasukan dan persediaan yang mereka kumpulkan, ini bukan sekadar ancaman untuk menekan Kekaisaran Xu. Mereka tampaknya benar-benar berniat memulai perang.”Xiuhuan berhenti sejenak, kemudian melanjutkan dengan nada lebih berat.“Jika Ke

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   265

    Prajurit itu tidak langsung menjawab, ia menunduk semakin dalam.“Ini... mohon maaf Yang Mulia Kaisar. Tapi hamba tidak melihat Tuan Putri bersama para Pangeran.”Kaisar Li terbatuk keras, Selir Cui dengan wajah palsunya terlihat sangat khawatir.“Cepat suruh mereka kemari,” perintah Kaisar Li.“Baik Yang Mulia Kaisar.”Setelah kepergian prajurit itu, tubuh Kaisar Li melemas. Ia sangat menantikan kepulangan putrinya. Tapi ia tetap tidak bisa melihat putrinya kembali. Ia masih tidak terima dengan kematian putrinya.“Yang Mulia,” panik Selir Cui namun Li Jiazhen memberi tanda bahwa ia tidak apa-apa. “Putra Mahkota dan Pangeran Kedua tiba,” ucap Kasim Chen.Saat mereka masuk mereka melihat Jiazhen yang pucat dan terlihat kurang sehat. Terakhir mereka tinggalkan kondisi ayah mereka tidak seperti ini. Mereka saling bertatapan sejenak lalu segera berlari. “Ayah!” panik mereka menghampiri Li Jiazhen. Xiuhuan membantu Kaisar Li untuk duduk dengan benar. Sementara Jianying menuangkan teh. S

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   26

    Lian Wei pergi dari aula singgasana menuju Paviliun Harta di temani Mingmei dan Anming. Saat sampai pengawal di sana segera menghalangi jalan Lian Wei, namun ia menunjukkan token dan kunci Paviliun Harta pada pengawal."Titah Kaisar, aku boleh mengambil apapun dari Paviliun Harta."Segera pengawal i

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   25

    Lien Hua dan Zhaoyang baru tiba di gerbang istana, seorang pengawal datang menghampiri mereka, lalu memberi hormat pada keduanya."Putri Kedua anda diminta menghadap Kaisar sekarang.""Apa? Kenapa ayah memanggil ku?""Sebaiknya anda melihatnya sendiri.""Baiklah, Kak Zhaoyang tunggu aku di danau.""

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   20

    Sementara itu di kediaman Selir Cui, ibu dan anak itu tertawa bahagia karena rencananya berjalan dengan lancar."Aku tak menyangka dia sebodoh itu." Lien Hua tersenyum puas."Dasar sampah! Bu coba bayangkan, apakah sekarang dia sedang muntah-muntah dan gatal-gatal? Hahaha.""Hahaha sudah pasti itu..

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   21

    "Kaisar tiba!"Lian Wei dan Mingmei saling pandang, segera Lian Wei menyembunyikan peralatannya sementara Mingmei ke kamar mandi mengambil air yang diminta Lian Wei."Putri Pertama, bagaimana keadaanmu?""Kaisar?" Lian Wei bangun dari tidurnya."Tidak perlu bangun, kau pucat sekali.""Yang Mulia Kai

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status