author-banner
Naomi Berlian
Author

Novels by Naomi Berlian

Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!

Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!

Setelah mati dalam misi, Xinxin sang komandan militer bereinkarnasi ke tubuh putri lemah Li Lian Wei yang dibenci seluruh istana. Di dunia baru yang penuh intrik dan penghinaan, ia tidak lagi berniat bertahan—melainkan membalas. Satu per satu, mereka yang pernah menyakitinya akan membayar harga yang setimpal.
Read
Chapter: 131
“Silakan anda tanyakan Yang Mulia.”“Darimana kau belajar cara mengikat simpul perban itu?”“Maksud anda perban pada Putra Mahkota?”“Benar.”“Nona kami yang mengajarinya, Yang Mulia.”“Apakah mungkin dia putri dari Permaisuri Li?”Deg…Lian Wei terdiam.Dengan tenang ia menjawab, “Nona kami hanya gadis biasa tanpa status bangsawan apapun. Hamba bertemu dengan Nona Xinxin merupakan sebuah takdir. Lalu mengenai simpul pada perban itu, seseorang mengajari Nona Xinxin saat beliau masih kecil, Yang Mulia.”Lian Wei sangat pandai berbohong.“Apakah Nona Xinxin mengatakan siapa yang mengajarinya?”‘Mana aku tahu, aku belajar simpul itu sendiri dulu, saat berada di barak militer,’ pikir Lian Wei.“Mohon maaf Yang Mulia, hamba tidak tahu. Nona Xinxin juga tidak mengingatnya karena beliau masih kecil.”“Baiklah aku mengerti.”“Maaf jika hamba lancang Yang Mulia, apakah ini ada kaitannya dengan Mendiang Permaisuri Li?”Kaisar Xu menegang.“Liu Fang Yin adalah teman masa kecilku, aku tidak bisa
Last Updated: 2026-05-30
Chapter: 130
“Surat dari Kekaisaran Shang, nona.”Semua orang terdiam.Lian wei memandangi mereka semua satu persatu dan jawaban yang di dapatinya hanya gelengan kepala.Tao Mo juga memberikan selebaran potret Putra Mahkota Xu.‘Tidak ku sangka pria yang mirip Jun Ho itu Putra Mahkota Kekaisaran Xu.’Lama tak ada jawaban Tabib Luo pun bersuara.“Hamba yang menuliskan suratnya untuk Kaisar, agar beliau bersiap dengan kondisi anda putri.”Lian Wei mengangguk mengerti, ia membuka kertas itu dan membacanya.“Kedua kakakku ingin kesini tapi pernikahan adik kedua akan berlangsung lusa. Jadi mereka memundurkan tanggalnya sampai pernikahan Lien Hua berjalan dan selesai.”“Mingmei balas surat ini, katakan aku akan baik-baik saja. Lalu kirimkan hadiah pernikahan pada Lien Hua.”“Hadiah apa yang ingin anda berikan putri?”“Berikan hadiah set perhiasan yang akan diluncurkan saat musim semi nanti.”“Apa?!” Mingmei terkejut.“Putri itu terlalu mahal,” protes Mingmei tidak terima.“Dia bilang aku tidak bisa memb
Last Updated: 2026-05-30
Chapter: 129
“Dia sudah sekarat.”“Sekarat? Maksudmu?”“Adik Ketiga meracuninya dengan Embun Merah yang membuat darah terkuras habis.”“Dia ketahuan?”“Ya, hampir.”“Dasar bodoh, dia dengan ibunya sama saja.”“Sudahlah mari kita bicarakan hal lain.”“Ah baik.”Sementara itu Kekaisaran Xu.“Kau ini pergi berburu atau berperang?”“Ayah, putra tunggal mu ini sedang sakit. Seharusnya kau prihatin padaku.”“Membuang waktuku saja.”“Ayah…” pria itu menatap dengan ekspresi sedih yang dibuat-buat.“Kau carilah istrimu, Xu Kai.”“Ayah, kau sudah tahu aku tidak ingin menikah terlalu cepat.”“Kau ini Putra Mahkota Xu, bagaimana mungkin kau tidak memiliki satupun istri?”“Ayah aku sedang fokus dengan pengembangan tanaman obatku.”“Pantas saja kau selalu kalah dari Wang Xuemin,” sindir ayahnya.“Ayah! Kau membandingkan aku dengan Iblis Kejam itu?! Sakit hati aku,” ucap Xu Kai sedikit berlebihan.“Ayah melihat kalian berdua tumbuh bersama, mana mungkin dia Iblis Kejam.”“Huh! Tapi ayah takut saat mendengar nama
Last Updated: 2026-05-29
Chapter: 128
‘Seandainya putriku tidak sakit, semua ini pasti akan menjadi miliknya.’Selir Wu terdiam dan menundukkan kepalanya.Tatapannya perlahan bergeser ke gulungan daftar mahar di atas meja. Gulungan itu begitu panjang hingga ujungnya hampir menyentuh lantai.Seratus gulung sutra Jiangnan.Dua puluh peti perhiasan emas.Tanah pribadi di wilayah selatan.Pasukan pengawal khusus pengantin.Liontin giok warisan Kekaisaran Quon.Napas Selir Wu terasa berat, ini bukan mahar untuk seorang putri biasa. Ini perlakuan untuk seseorang yang benar-benar dicintai istana.“Yang Mulia Selir,” seorang pelayan Paviliun Melati berkata hati-hati, “Putri Lien Hua meminta anda memeriksa kembali daftar ini. Beliau takut ada barang yang kurang.”‘Takut kurang?’ pikir Selir Wu. Sudut bibir Selir Wu bergerak tipis, entah ingin tertawa atau marah.Pintu ruangan tiba-tiba terbuka perlahan. Lien Hua masuk dengan pakaian sederhana berwarna hijau pucat. Tidak ada riasan mencolok di wajahnya, tetapi justru itu membuatnya
Last Updated: 2026-05-29
Chapter: 127
“Bagaimana keadaan putriku?” tanya Selir Wu.“Selir Agung?”“Ibu?”Kaisar Li, Xiuhuan dan Jianying menoleh bersamaan ke pintu masuk.“Bagaimana keadaan putriku? Apa dia baik-baik saja?” tanya Selir Wu lagi.Mereka bertiga saling pandang, segera Jianying menyembunyikan kertas pesan itu agar tidak dibaca oleh ibunya.“Ibu, adik masih bisa disembuhkan tapi membutuhkan waktu yang lama,” ucap Jianying menenangkan ibunya.Ia tidak ingin ibunya pingsan mendengar kabar buruk yang bisa terjadi kapan saja.“Syukurlah kalau begitu, aku sedikit tenang.”“Iya, Ibu Selir tenang saja, kami akan melihatnya,” timpal Xiuhuan.“Benarkah? Kalau begitu ibu akan membuatkan kue kesukaan Lian’er.”“Ayah!”Suara seorang perempuan bergema di sepanjang aula, hingga menampilkan Lien Hua yang berjalan mendekat.“Oh? Kalian sedang berkumpul disini?” ucap Lien Hua menyadari semua orang yang sedang berkumpul di aula.“Kebetulan sekali, ayah lihat ini daftar mahar yang diberikan Pangeran Zhao. Aku tidak paham dengan
Last Updated: 2026-05-28
Chapter: 126
‘Apa yang dilakukannya disini?’ batin Kaisar Xuanzong. “Berdiri, aku tidak akan menghukum orang yang tidak bersalah,” ucap Lian Wei dingin dan acuh. Setelah mendengarkan perkataan Lian Wei, kasim itu melirik pada Lian Wei kemudian kembali bersujud. “Ampuni hamba Yang Mulia, hamba pantas dihukum,” ucapnya sambil bersujud. Lian Wei sangat kesal melihat kelakuan kasim itu. Anming menyadari jika Lian Wei sangat kesal pun segera angkat bicara. “Bangun, ini perintah putri. Kau tentu tidak ingin jika putri mengulang perkataannya atau bahkan berubah pikiran bukan?”Segera kasim itu tersadar lalu melirik pada Anming kemudian beralih pada Lian Wei yang tidak memandangnya. “Terima kasih atas kemurahan hati anda Yang Mulia Putri,” ucapnya kembali bersujud lalu bangkit berdiri. Perlahan-lahan ia mundur ke belakang Kaisar Xuanzong. “Anda sangat berhati besar Putri Wang. Tapi ada perlu apa anda kemari putri? Apakah secara tidak sadar kami menyinggung anda atau Pangeran Wang?” ucap Kaisar Xua
Last Updated: 2026-05-28
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status