author-banner
Naomi Berlian
Author

Novels by Naomi Berlian

Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!

Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!

Setelah mati dalam misi, Xinxin sang komandan militer bereinkarnasi ke tubuh putri lemah Li Lian Wei yang dibenci seluruh istana. Di dunia baru yang penuh intrik dan penghinaan, ia tidak lagi berniat bertahan—melainkan membalas. Satu per satu, mereka yang pernah menyakitinya akan membayar harga yang setimpal.
Read
Chapter: 8
"Lalu kau dimana saat aku disiksa oleh para selir juga anak mu? Bahkan pelayan berani menghinaku. Jika ibu masih ada aku yakin ia akan membenci mu. Kau bukan ayah ku! Dimana kau, saat aku meregang nyawa? Kau bahkan menutup matamu terhadap ku." Kaisar dan semua orang terkejut, tidak menyangka jika Lian Wei berani mengatakan hal itu. Lian Wei menahan air mata dipelupuk matanya, mengingat bagaimana penyiksaan dan penderitaan yang dialami pemilik tubuh sebelumnya. 'Apa ini reaksi dari pemilik tubuh? Air mata sialan ini,' batinnya kesal karena ia sudah lama tidak menangis lagi semenjak ibunya meninggal dikehidupan lalu. "Kakak kandungku sendiri bahkan menatap penuh kebencian padaku. Jadi jangan sebut kalian keluarga ku, kalian bukan keluarga ku!" ucapnya tanpa terasa air mata yang menumpuk terjatuh dipipinya.Kaisar dan Xiuhuan melihat air matanya yang terjatuh, namun dengan cepat ia menyeka air matanya sendiri. Cadar yang menutupi wajahnya tidak bisa menutupi air mata yang menetes.
Last Updated: 2026-04-15
Chapter: 7
Dari ingatannya selama ini Zhaoyang dan Lien Hua sering diam-diam bertemu. Mereka menjalin kasih dibelakangnya. Perlahan rasa sakit dikepalanya mereda, ketika ia membuka matanya, kilatan penuh dendam terpancar dari matanya. Mingmei sempat merinding akan hal itu, ia belum terbiasa dengan perubahan Lian Wei yang tiba-tiba. "Mingmei aku tak apa, aku akan istirahat. Kau habiskan saja ini lalu istirahat." "Baiklah putri.""Sepertinya ada yang salah dengan tubuh ini?" curiganya, namun ia mengabaikannya. Keesokan harinya Mingmei membangunkan Lian Wei yang masih tidur. "Putri bangun." Lian Wei hanya bergumam saja, Mingmei terus mencoba membangunkan Lian Wei namun tak kunjung bangun, akhirnya ia menguncang tubuh Lian Wei. "Baiklah aku... lima menit lagi Mingmei..." ucapnya meracau tidak jelas. "Baiklah, aku akan membangunkan mu lima menit lagi. Aku akan pergi menyiapkan air." Hanya terdengar deheman dari Lian Wei, segera Mingmei menyiapkan air mandinya. Setelah siap ia menco
Last Updated: 2026-04-15
Chapter: 6
Lian Wei menyuruhnya pergi agar Mingmei tidak melihatnya kesakitan saat mengeluarkan racun dalam tubuhnya, mungkin saja akan membuat Mingmei takut. "Hah baiklah tapi berjanji padaku, apapun yang terjadi padaku jangan lakukan apapun, mengerti?" "Iya putri, hamba janji," janji Mingmei. Lian Wei menganggukkan kepalanya. Saat akan meminum ramuannya tiba-tiba pintu paviliunnya diketuk. Mingmei segera membuka pintunya dan melihat siapa yang datang, segera Mingmei memberitahu Lian Wei. "Siapa yang datang Mingmei?" "Tabib istana putri." "Untuk apa?" "Dia bilang ada hal yang perlu dibicarakan dengan mu. Tapi aku sudah menolaknya karena mengatakan kau ingin istirahat, namun ia tetap memaksa untuk menemui mu." Selagi Mingmei menjelaskan Lian Wei meminum ramuan buatannya. "Baiklah suruh dia masuk." Segera Mingmei menyuruh tabib masuk dan menutup pintunya. Begitu tabib masuk ia mencium bau racikan ramuan obat. "Salam untuk putri pertama." "Ya baiklah ada apa kau ke sini?" t
Last Updated: 2026-04-15
Chapter: 5
Bahkan ia saja mungkin tidak bisa menghentikan laju serangannya, namun gadis didepannya menghentikannya tepat waktu. Semua orang kembali tercengang dengan kejadian itu. Lian Wei menurunkan kakinya, segera Jingmi terjatuh lemas. "Kau beruntung aku tidak menendang kepala mu, jika aku benar-benar menendang kepala mu mungkin kau akan tidak sadarkan diri, hmm paling cepat seminggu." Mendengar perkataan Lian Wei semua orang menjadi takut. Mereka berjanji di masa depan mereka tidak akan menganggu putri pertama. Jika tidak mungkin mereka akan mati saat itu. "Ayo bangun, itu hanya serangan kecil saja. Aku tidak menaruh semua kekuatan pada serangan itu," ucapnya dengan mengulurkan tangannya pada Jingmi. Semua orang bergidik ngeri. Apa katanya tidak menaruh banyak kekuatan? Tapi itu saja sudah sangat kuat, bagaimana jika ia benar-benar menggunakan kekuatannya. Jingmi pasti sudah mati. Mereka tidak henti-hentinya mengagumi putri pertama. Beruntung mereka tidak seperti pelayan yang mengo
Last Updated: 2026-04-07
Chapter: 4
Melihat kepergian dan ke acuhan Lian Wei terhadap Xiuhuan, membuat hatinya merasa tidak tenang. Ia tidak seperti ini sebelumnya. Biasanya dia akan acuh terhadap adiknya itu, namun sekarang entah mengapa setiap melihat tatapan dingin dimata adiknya membuat hatinya sakit. Ia hanya mampu melihat ke pergian adiknya perlahan-lahan menghilang. Tidak lama kemudian mereka berpapasan dengan Lien Hua. Ia menghampiri mereka dengan senyum palsunya. "Kak Jian, Kak Lian kalian mau kemana? Kak Lian kau harus tinggal dipaviliun mu, kau kan baru saja sembuh." "Hah dasar ular," gumamnya pelan. "Tidak adik, aku sudah merasa sehat, sekarang aku dan kakak harus pergi, sampai nanti." Sekali lagi Lian Wei menarik Jianying untuk segera pergi. Sementara yang ditinggalkan sudah memerah karena marah. "Awas saja kau sampah, kau beruntung sekarang hanya karena ada Jianying disampingmu." "Adik kenapa kau menghindari Xiuhuan dan Lien Hua?" "Aku? Aku tidak menghindari mereka. Aku hanya ingin cepat sa
Last Updated: 2026-04-03
Chapter: 3
Satu kata sudah dapat memprediksi secara keseluruhan. Tubuh ini lemah dan jelek, tentu saja itu karena racun. Ia harus mengeluarkan racun ini dalam tubuhnya. Ia mengambil cermin yang terbuat dari perunggu, ia terkejut betapa jeleknya dia saat ini. "Ini pasti ulah para rubah itu, aku yakin jika tubuh ini tidak terlihat seperti ini. Awas saja kalian semua," pandangan matanya semakin menajam. Lian Wei keluar dari bak mandi segera ia mengenakan pakaiannya, hanfu putih yang sederhana dengan bordiran dikainnya. Menambah kesan elegan padanya. Tidak bukan bordiran emas, bordiran biasa, fasilitas yang didapat Lian Wei tidak sama dengan putri para selir. Ya tentu saja mereka menyabotase semua itu. Lian Wei keluar dari dalam sana, Mingmei yang sudah menunggu segera berdiri. Seketika ia ketakutan melihat mata tajam itu. Ia masih belum terbiasa dengan sikap baru Lian Wei setelah bangun, ia merasa Lian Wei seperti orang yang berbeda. Mingmei membantu Lian Wei menyisir rambutnya. 'Ada ap
Last Updated: 2026-04-07
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status