Se connecterكم كانت زوجتي تحبني في الماضي؟ في ذلك العام، لكي تتزوجني، تقدمت بطلب الزواج تسعًا وتسعين مرة. حتى المرة المائة، تأثرت أخيرًا بإصرارها. في يوم زفافنا، أعطيتها تسعًا وتسعين قسيمة صلح. وعدت أنني سأبقى بجانبها ما دامت هذه القسائم لم تستنفد. بعد خمس سنوات من الزواج، كلما خرجت لتمضي وقتًا مع حبيبها القديم، كانت تستخدم قسيمة صلح. عندما استخدمت قسيمة الصلح السابعة والتسعين، اكتشفت زوجتي فجأة أنني تغيرت. لم أعد أبكي أو أتوسل إليها لتبقى. فقط عندما فقدت رشدها بسبب السكرتير الشاب، سألتها بهدوء: "إذا ذهبت لتمضي وقتًا معه، هل يمكنني استخدام قسيمة صلح؟" صدمت المرأة للحظة، ورق قلبها بشكل غير معتاد: "حسنًا، على أي حال، لقد استخدمت للتو حوالي ستين قسيمة، استخدمها إن شئت." أومأت برأسي، وتركتها ترحل. في الحقيقة، لم تكن تعلم أن هذه هي قسيمة الصلح السابعة والتسعون التي استخدمتها. ولم يتبق من قسائم الصلح الخاصة بنا سوى اثنتين أخيرتين.
Voir plusTepat pukul 7 malam, terdengar dari luar suara hujan yang turun sangat deras, suara gemuruh itu sangat jelas terdengar di telinga, sampai-sampai suara pesan yang masuk ke handphone minimarket pun sedikit tidak terdengar, hari ini tepat di sekitar universitas bintang ternama di kota bengkulu Kevin sedang bekerja seperti biasanya, menjaga toko minimarket yang sudah dari dulu berdiri disana.
"Selamat malam kakak, bisa tolong antarkan sekotak pengaman, satu bungkus tisu magic dan vigel, lalu kirimkan barang tersebut ke alamat ini, di perempatan jalan anggrek. Hotel Surya, lantai 3 kamar nomor 1625, ditunggu segera!, Terimakasih…"Setelah membaca pesan, Kevin langsung mencari dan mempersiapkan barang yang dipesan, dan bersiap-siap untuk mengantarkan barang tersebut. Dengan mengendarai sepeda motornya, karena hujan sangat deras, dia pun mengenakan jas hujan dan bergegas menuju hotel surya di perempatan Anggrek.Saat kevin melewati sebuah jalan yang tergenang air cukup panjang, Kevin tidak sengaja jatuh dan terpeleset. Celana dan sepatunya menjadi basah dan itu terlihat sangat memalukan. Tetapi untungnya barang yang di bawanya tidak basah, dia juga tidak berani untuk berlama lama meratapi kemalangannya, kemudian Kevin menaiki motornya kembali dan melanjutkan perjalanan menuju hotel.Setelah sampai di hotel surya, kevin langsung melangkahkan kakinya menuju lantai atas kamar 1625, Kevin menaikkan tangannya untuk mengetuk pintu dan tidak lama pintu itu pun terbuka. "Halo selamat malam kak, ini barang yang anda pesan..." Kevin tercengang ketika dia mengatakan setengah dari kalimatnya.Wanita di depannya bukanlah orang lain, melainkan dia adalah pacarnya sendiri, dengan sangat terkejut dia melihat ke arah orang itu, dan berkata. "Dinda! Kamu…?"Dia hanya melihat Dinda yang hanya mengenakan handuk mandi berwarna putih dan rambut panjangnya yang hitam terurai menutupi kedua bahunya, sedangkan aroma campuran sabun mandi dan sampo berhembus ke arah wajah Kevin. "Din.. Dinda, kenapa kamu berada di sini…?" Kevin menatap Dinda dengan sangat tidak percaya. Hingga sekarang, pikirannya masih dalam kondisi bingung. Berkata dalam hati, "Apa jangan-jangan dia sengaja ingin menemuiku…"Tiba-tiba Dinda bertanya kepadanya, "Kenapa yang mengantarkan barang ini adalah kamu…?" Dinda terkejut karena Kevin yang tiba-tiba muncul di hadapannya, dengan tanpa sadar Dinda melangkahkan kaki nya sedikit mundur selangkah ke belakang, Dinda bingung bagaimana menjelaskan ini semua kepada Kevin, jelas-jelas dia sudah tertangkap basah, walaupun kecurigaan Kevin belum ke arah manapun, tetapi Dinda sangat tertekan dengan hadirnya Kevin saat ini.Terdengar suara dari dalam kamar itu, "Ada apa ini, kenapa lama sekali…?" Suara itu ternyata dari seorang pria yang berjalan keluar dari dalam kamar dan juga dia mengenakan handuk mandi yang melingkari setengah badannya. Kevin dibuat sangat terkejut untuk kedua kalinya, ternyata dia mengenali pria tersebut. pria itu tidak lain adalah Mario, pria yang begitu tampan dan sangat kaya dari jurusan Manajemen Ekonomi di universitas bintang, kota Bengkulu ini.Mario telah dikenal oleh banyak orang, terutama oleh kaum hawa, dia adalah lelaki yang sangat kaya dan ada banyak wanita yang ingin sekali mendekatinya, tapi kevin bergumam dalam hati "Kenapa pacarku juga dia dekati…?" Kevin langsung mendekat ke arah Mario, dengan sangat emosi dia berkata kepadanya, "Mario! Berani-beraninya kamu menyentuh wanitaku..." Kevin tidak bisa menahan amarahnya dia sudah mengepalkan kedua tangannnya untuk bersiap-sip memukul wajah lelaki hidung belang itu. "Hentikan…!" Dinda menghalanginya saat Kevin akan memukul Mario, mendengar perkataan Dinda, Kevin segera menenangkan dirinya, melonggarkan kedua kepalan tangannya. Dengan sikap yang sangat dingin Mario berbicara kepada Dinda, "Jika kita sudah ketahuan oleh Kevin, maka tidak ada yang perlu disembunyikan lagi, lebih baik untuk kita mengakui saja semuanya tentang hubungan yang kita jalani selama ini…!" Ujar Mario kepada Dinda.Dinda berteriak pada Kevin dengan tajam, "Kevin, hubungan kita cukupkan saja sampai disini…!" Kevin dibuat tercengang atas perkataan Dinda, "Apa? Maksudmu kita putus…?" Matanya melebar dan memelototi Dinda karena tidak percaya dengan kata katanya, "Dinda, hubungan kita sudah lebih dari setahun, dan sekarang kamu minta putus denganku…?""Benar, Putus!..." Dinda menatap Kevin tanpa mengelak, "Sangat terkejut bukan? Ketika aku jalan keluar untuk makan bersama kamu, aku hanya bisa makan di warung pinggir jalan yang sangat sederhana dan tidak enak. Kosmetik yang selalu kamu belikan untukku sangat murahan. Lihatlah pakaian yang kamu beli tidak lebih dari 100 Ribu. Setiap kali jalan-jalan denganmu, orang lain diam-diam menertawakan aku, asalkan kamu tahu, aku sangat malu dengan semua ini…?""Ini bukan kehidupan yang aku inginkan, kehidupanku sangatlah mahal dan sama sekali bukan dengan orang pecundang miskin seperti dirimu. Ketika aku masih mahasiswi, aku terlalu naif untuk dibodohi oleh dirimu Kevin…!" Ketika Dinda berbicara demikian, dia membawa aura kebencian yang sangat kuat! Dinda menggenggam tangan Mario yang ada di sebelahnya dan berkata kepada Kevin, "Ini adalah pacarku! Mulai sekarang, aku Dinda tidak ada hubungannya denganmu lagi dan jangan datang mengganggu diriku, karena aku sudah bahagia bersamanya, mulai dari sekarang dan seterusnya…!""Tampaknya kamu adalah mantan pacar Dinda yang malang itu…!" Mario menatap Kevin dengan senyuman sinis dan menantang. Kevin yang mengenakan jas hujan dengan lumpur di celana dan sepatunya benar-benar terlihat seperti pecundang di hadapan Dinda dan Mario.Mario mengulurkan tangannya dan mengambil kantong plastik di tangan Kevin. Dia mengeluarkan kotak pengaman dari dalamnya, lalu mengguncangnya, Mario tertawa ringan dan berkata kepada Kevin, "Kamu Secara khusus mengantarkan pengaman ke hotel ini untuk mantan pacarmu, aduh sobat, kamu sungguh murah hati sekali, haha…!" Dengan tertawa sangat keras, Mario begitu merendahkan Kevin dihadapan Dinda."Apakah kamu tidak keluar dari sini…?" Ujar Dinda yang sangat sinis berkata terhadap Kevin. "Lebih baik jika dia tidak keluar, mungkin saja dia ingin melihat apa yang akan dilakukan aku dengan kamu. Mari kita melakukan siaran langsung di depan matanya..." Kata Mario sambil mengejek dan menatap ke arah Kevin.Ketika melihat Dinda yang Dia cintai mengkhianatinya, Kevin pun melihat bahwa Dinda memang sudah tidak ingin bersama Dirinya. Kevin sedang dalam suasana hati yang buruk dan hancur. Dia perlahan berbalik dan berjalan menjauh dari kamar itu selangkah demi selangkah."Hei kawan, apa kamu tidak akan mengambil uangnya? Sungguh sangat menarik, selain pacar, masih dapat pengaman gratis haha…!" Mario merasa sangat puas ketika melihat Kevin yang putus asa, kemudian menutup pintu kamar. Saat keluar dari hotel itu, hujan turun semakin deras. Kevin melepaskan jas hujannya dan hujan yang deras itu telah membasahi seluruh tubuhnya, tetapi itu juga membuat pikirannya lebih tenang. Bagaimanapun, Dinda masih berpikir dia tidak punya uang. Dia seharusnya merasa beruntung untuk kehilangan wanita yang realistis dan matre seperti Dinda, mengapa dia harus merasa sedih?Ponsel Milik Kevin di sakunya bergetar. Kevin mengeluarkannya dan melihat ada sebuah pesan, tetapi ketika dia melihat nomor itu, Kevin terkejut dan menghentikan laju motornya..."Menurut keputusan dari pengadilan, keturunan dari keluarga Jaya, Kevin lulus dari uji pelatihan kemiskinan dan mulai sekarang akan diberi hak untuk mengontrol harta kekayaannya." Air hujan yang menetes di atas layar, membuat pesan ini berangsur-angsur tidak terlihat lagi.عندما أشعر بالتعب، أحيانًا أقضي أسبوعًا في قرية الصيادين الساحلية.بعد مرور عام، نجحت في أن أصبح محاميًا شريكًا في مكتب المحاماة، وتطورت مسيرتي المهنية بثبات.كل شيء كان يتطور نحو الأفضل، باستثناء شعور بالضيق ينتابني أحيانًا عندما أرى تعابير منار الحزينة أسفل المبنى.خلال عام الانفصال، تلقت 99 اتفاقية طلاق، لكنها ظلت ترفض التوقيع.بدا أنها تريد استعادة الشجاعة التي أظهرتها في مطاردتي بإصرار في البداية، لتثير شفقتي، ثم أوافق على العودة إليها مرة أخرى.في البداية، كان قلبي لا يزال يشعر ببعض التموجات الخفيفة.لكن بعد رؤية الرسائل التي أرسلها الزملاء، قمت بنفسي بإخماد هذه الشفقة اللعينة.في الوطن، ذهبت منار إلى والديّ، وكشفت عن الأمر برمته، معربةً عن ندمها بالدموع.لكنها نسيت أن شخصية الطفل تورث من والديه.عيناي لا تحتملان ذرة رمل، فكيف إذا تجرأت ورمت الرمل في عيني والديّ؟بعد أن سمعت أمي ما حدث، طردتها، واتصلت بي على الفور لتؤيد قراري بالطلاق.قلبي الذي كان مترددًا، أصبح ثابتًا تمامًا.بعد تلك المرة، لم يظهر ظل منار أسفل مبنى الشركة مرة أخرى.بعد عامين، توليت قضية محلية.مع الأخذ في الاعت
"خلال هذين العامين، اهتممت بفارس بشكل مفرط لأنني رأيتك فيه قبل تسع سنوات، وظننت خطأً أنني أحبه.""لكن بعد رحيلك، أدركت أن ما يسمى بالحب لم يكن سوى وهم، وأن الشخص الذي أحبه في قلبي كنت أنت دائمًا."نظرت إليها باستهزاء، كابتًا الغثيان الذي كان يعصف بمعدتي.استمرت المرأة في إظهار عاطفتها المزعومة:"كل هذه السنوات، كنت أرى أداءك، وربما القدرة التي أظهرتها في العمل جعلتني أشعر بالضغط، أشعر أنك قد تغيرت.""عقلاني وقوي، مثل آلة باردة بلا مشاعر.""لذلك عندما ظهر فارس، أردت الاقتراب منه لا إراديًا، فقد بدا لي أنني رأيتك فيه كما كنت في لقائنا الأول...""أيمن، لا أرغب في الطلاق، ولا أريد أن أخسرك على الإطلاق، هل يمكنك أن تسامحني مرة واحدة، تقديرًا لاستعدادي للتغلب على خوفي من السفر إلى الخارج من أجلك؟"بينما كانت تتحدث، انهمرت دموع منار بغزارة، لكن قلبي لم يشعر إلا بالبرودة.هذه هي المرأة التي أحببتها، ورغم أنها بالفعل قد وقعت في حب شخص آخر، إلا أنها لا تزال تحاول تبرير أفعالها.بل وحتى تريد أن ترجع سبب خيانتها إليّ.بسبب قوتي وعقلانيتي، قالت إنني تغيرت.ولأنني جعلتها تشعر بالضغط، وقعت في حب فارس
حتى في الصفقات الدولية، كانت ترسلني، أنا الأوثق بها، لأنجزها حاملاً العقود التي وقعتها مسبقاً."ماذا حدث بالضبط؟ لماذا تريدين السفر فجأة إلى الخارج؟"صمتت منار للحظة، ثم أطلقت زفيراً:"أيمن رحل...""آه؟" كان الطرف الآخر من المكالمة مصدوماً بعض الشيء، لكنه لم يواصل الاستفسار بشكل غير متوقع."لدي سؤال لك، هل كنت تعتقدين طوال هذه السنوات الثلاث أنني تجاوزت الحدود مع فارس الزبيدي؟ وهل شعرت أنني ظلمت أيمن؟"جعلت كلماتها صديقتها على الطرف الآخر تقع في صمت.والصمت، في بعض الأحيان، هو أفضل إجابة."لقد فهمت."تحدثت منار بمرارة:"أنا من أخطأت. منذ ظهور فارس، انجذبت إليه دون وعي مني.""كنت أشعر أنه في بعض الأحيان يشبه أيمن في شبابه، مشرقاً ومفعماً بالحياة.""لكن لم يكن يجب عليّ الخلط بينهما.""في هذين العامين، استنفدت الـ 99 فرصة التي منحني إياها أيمن.""لم أفكر أبدًا في الانفصال عنه، لكنه الآن لا يريدني."عندما قالت هذا، أصبح صوت المرأة منخفضًا ومخنوقًا، مصحوبًا بشهقات مكتومة.بعد صمت طويل على الطرف الآخر من الهاتف، تحدثت ببطء:"حسنًا، فهمت."أغلقت المكالمة، وظهرت رسالة نصية على الهاتف:"الفاكس
على الرغم من أنها كانت تهدئ نفسها باستمرار في داخلها، إلا أن رؤية مكان عملي الشاغر دائمًا كانت تثير غضبها الشديد.حتى عندما كانت تعمل، أصبحت مهملة.رأت منار مكان عملي الشاغر، وازداد قلقها في قلبها.في النهاية، لم تستطع الانتظار، فاستدعت مدير الموارد البشرية."سيدتي المديرة، هل هناك أي مهام عمل؟""هل أيمن في إجازة اليوم؟"تحدثت منار بلا مبالاة وهي تنظر إلى الملفات أمامها.تفاجأ مدير الموارد البشرية للحظة، ونظر إليها بحيرة."أيمن لقد استقال.""ماذا؟!"توقفت يد منار التي كانت توقع فجأة، فمزقت سن القلم الورقة البيضاء."متى حدث هذا؟ من وافق عليه؟ لماذا لا أعرف؟"قال مدير الموارد البشرية في حيرة:"لقد قدّمت أمس في المساء، وأنت وافقت عليها هذا الصباح!"جعلتها هذه الكلمات تتجمد مكانها على الفور، وكأن شيئًا ما قد صدمها.بعد ذلك، فتحت جهاز الكمبيوتر الخاص بها، وتصفحت رسائل البريد الإلكتروني بسرعة، ثم نقرت بيد مرتعشة على طلب الاستقالة الوحيد.أخيرًا، بعد رؤية التوقيع "أيمن"، اجتاحتها موجة هائلة من الذعر في قلبها."اسحب هذا الطلب فوراً! فوراً!"مسح مدير الموارد البشرية العرق البارد عن جبهته، وتحدث





