Short
ลูกรักจากไปไม่หวนกลับ

ลูกรักจากไปไม่หวนกลับ

By:  กว๋อกว่อCompleted
Language: Thai
goodnovel4goodnovel
8Chapters
5.7Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

ในวันเกิดของฉัน ลูกพี่ลูกน้องที่เรียนบัลเล่ต์ได้รับบาดเจ็บที่ขา พ่อใช้ไม้ตีขาฉันอย่างแรงด้วยความโกรธ ฉันร้องออกมาด้วยความเจ็บปวด แต่เขากลับประชดประชันอย่างรําคาญใจ “แกรู้จักเจ็บแล้วเหรอ? ตอนแกผลักพี่สาวแกตกบันได ทำไมไม่รู้ว่าเขาก็เจ็บเหมือนกัน?” เขาตีฉันแรงขึ้นจนฉันร้องไม่ออกอีกแล้ว เพื่อให้ฉันจําได้ เขาโยนฉันที่กําลังจะตายเข้าไปในห้องใต้ดินอีกครั้ง “หลินเหยาเหยา แกตัดความคิดสกปรกของแกทิ้งได้เมื่อไหร่ ฉันก็ปล่อยแกออกมาเมื่อนั้น!” แต่เมื่อเขาเปิดห้องใต้ดินอีกครั้ง สิ่งที่เขาเห็นมีเพียงศพที่เน่าเปื่อยของฉันเท่านั้น *

View More

Chapter 1

บทที่ 1

Sebuah mobil sedan yang membawa sepasang suami istri, dan seorang anak lelaki berusia 3 tahun nampak meluncur tak terkendali.

Di depan mobil itu, terpampang sebuah kelokkan tajam lembah Cipanas yang curam dan dalam.

Ya, akibat menghindari pengemudi motor yang ugal-ugalan di jalan. Rupanya Sukanta tak bisa melihat, bahwa di depannya terdapat tikungan tajam,

“Awas Pahhh..!!” teriak panik dan ketakutan Wulandari sang istri.

Sang suami berusaha mengendalikan mobilnya yang oleng. Dan tak sengaja dalam kepanikkannya melihat lembah curam di depannya, Sukanta malah menginjak gas dan rem bersamaan.

Brrrmm...!! Ciitttt..!!

“Huhuhuuu..! Elang takut Mahh, Pahh,” tangis sang anak, yang menyadari sesuatu yang buruk akan terjadi.

“Pahh..! Innalillahi ...!!” teriak sang istri, wajahnya pucat pasi.

“Astaghfirullahaladzim ....!!” seru sang suami keras. Dan tak ayal mobilnya menabrak pagar besi di bibir lembah.

Braagghhh !!

Pagar besi pun roboh. Sadar akan jatuh ke lembah curam yang tinggi, Wulandari membuka lebar-lebar jendela mobilnya dengan tangan gemetar.

Lembah curam setinggi 30 meter dengan sungai berbatu-batu besar. Seolah menjadi pemandangan terakhir, yang sangat mengerikkan bagi mereka di bawah sana.

“Elang Prayoga,..! Jadilah anak yang sholeh dan pintar ya. Maafkan Mamah dan Papah akan pergi terlalu cepat,” ucap Wulandari gemetar dan mata basah, sambil mencium putra satu-satunya yang bernama Elang Prayoga itu.

“Mahh.. Pahh..! Takut Mahh..!” hanya itu seruan yang bisa dikatakan Elang.

Wulandari melihat celah semak di bawah yang agak landai. Kendati mobil dalam kondisi melayang jatuh.

"Maafkan mamah Elang..!" ucap lirih bergetar Wulandari.

Lalu dia melemparkan putranya ke arah semak itu melalui jendela mobil yang terbuka lebar

Wushh..!

“Mamahhhh !! huhuuuu !” teriakkan terakhir Elang disertai tangisannya terdengar memilukan.

“La..ilahaillallah Muhammadarrasulullah !” sebut pak Sukanta, sambil memeluk Wulandari.

"Lailahaillallah.. muhammadarrasulullah,” seru Wulandari mengikuti, seraya menyusupkan wajahnya di dalam pelukkan sang suami.

Ya, keduanya telah pasrah dan berserah, atas segala takdir yang kini sangat buruk mereka rasakan.

Mobil pun jatuh tepat di sebuah batu besar, yang terhampar di sungai kecil itu,

Braagghhhhh !! Gedubraakhh !!

Bemper mobil langsung hancur seketika, saat menghantam batu besar itu. Lalu mobil ringsek itu pun terpental kembali, dan menghantam batu lain di sebelah kirinya. Dan..

Blaarrrrkhs..!!

Mobil pun meledak dahsyat dan berkobar terlalap api..!

***

Raungan sirene ambulan terdengar bersahutan nyaring.

Rombongan ambulan itu mendatangi lokasi kecelakaan di lembah Cipanas, yang hendak membawa dua jenazah korban kecelakaan.

Tampak tim evakuasi telah berhasil mengangkat jenazah Sukanta dan Wulandari, yang dalam kondisi hangus total tak bisa dikenali lagi.

Posisi kedua jenazah tersebut membuat siapapun yang melihatnya akan trenyuh, karena masih dalam posisi saling berpelukkan erat.

Seolah memperlihatkan, jika janji sehidup semati telah tunai mereka buktikan.

Tim evakuasi juga berhasil menyelamatkan seorang anak laki-laki kecil berusia sekitar 3 tahunan, yang dalam kondisi pingsan saat ia ditemukan.

Sepertinya anak itu pingsan karena menangis terus menerus, dan tak kuat menahan rasa penat yang dideritanya.

Karena terhitung selama 5 jam lebih, anak itu berada di semak-semak di tengah lembah. Sebelum tim evakuasi akhirnya datang menyelamatkannya.

Ya, anak kecil itu adalah Elang Prayoga adanya..!

Tim evakuasi sama sekali tidak menemukan kartu identitas apapun. Karena semua badan dan isi mobil terbakar total.

Elang tersadar, setelah dirinya berada di sebuah rumah sakit. Dan saat itu Elang sama sekali tak bisa bicara.

Karena rasa trauma dan shock yang di alaminya. Akibat kecelakaan tragis kedua orangtuanya, yang terpampang langsung di depan matanya.

Setelah empat hari berada di rumah sakit, dan tak ada seorang pun sanak family yang menjemputnya.

Akhirnya pihak rumah sakit menyerahkan Elang ke yayasan panti asuhan, yang berada satu wilayah dengan rumah sakit tersebut di wilayah Ciawi.

***

Telah hampir dua minggu Elang tinggal di panti asuhan ‘Harapan Bangsa’.

Sebuah panti yang dikelola oleh seorang ibu yang baik dan penyabar, ibu Nunik namanya.

Ibu Nunik dibantu oleh bu Herlin dan bu Sati. Sudah belasan tahun Bu Nunik mengelola panti asuhan itu.

Tercatat ada 47 anak yatim piatu, yang tinggal di panti asuhan yang dikelolanya. Dengan Elang termasuk di dalamnya.

Pagi itu Elang sudah bangun, seperti halnya anak-anak lain di panti asuhan tersebut.

Mereka terbiasa melakukan kegiatan beberes kamar dan lingkungan panti asuhan. Lalu dilanjut dengan berolahraga bersama.

Selesai berolahraga maka semuanya berkumpul di aula panti asuhan. Untuk acara sarapan bersama, yang disiapkan oleh bu Herlin dan bu Sati.

Menu yang sederhana sekalipun akan terasa nikmat, jika kedua ibu itu yang memasaknya.

Elang bisa dikatakan adalah anak terkecil dan termuda, di antara anak-anak yang berada di panti asuhan ‘Harapan Bangsa’.

Dengan usianya yang masih 3 tahun, dan masih belum bisa bicara, akibat trauma yang dialaminya.

Maka Elang mendapat perhatian khusus dari Bu Nunik. Bu Nunik terlihat sangat telaten merawat Elang. Hal mana sedikit menimbulkan rasa iri, dari beberapa anak yang telah lebih dulu berada di sana.

Kali ini Bu Nunik berniat mengajarkan tentang nama anggota keluarga sederhana pada Elang.

“Nak, kamu bisa katakan ini siapa ?” tanya bu Nunik. Dia menunjukkan foto sebuah keluarga, yang terdiri dari sepasang suami istri dan anak.

“Ibu,” ucap bu Nunik, sambil menunjuk foto wanita dewasa dalam foto itu.

“Ayah,” ucap bu Nunik lagi, sambil menunjuk foto pria dewasa.

“Elang,” ucap Elang pelan, sambil menunjuk foto anak laki kecil di foto itu.

“A..apa anak ! U-ulangi sekali lagi.!" seru bu Nunik kaget dan gembira sekali hatinya, mendengar sepatah kata yang di ucapkan Elang.

“Mamah, Papahh, Elang,” ucap Elang mulai tenang dan jelas, dalam mengucap kata.

Ya, Elang menunjuk foto wanita dewasa sebagai Mamah, pria dewasa sebagai Papah, dan anak laki kecil dalam foto itu sebagai dirinya.

Bu Nunik langsung menggendong Elang dan mendekapnya erat, hatinya terasa amat bahagia.

Sungguh pantas memang Bu Nunik ini menyandang nama sebagai pengelola panti asuhan.

Karena memang hatinya begitu penuh kasih dan sayang, bagi semua anak-anak di dalam panti asuhan yang dikelolanya.

“Akhirnya kamu bisa bicara anakku, Elang,” ucap bu Nunik serak.

Mendengar bu Nunik berkata demikian, bu Herlin dan bu Sati yang berada tak jauh darinya pun mendekat.

"Benarkah dia sudah bisa bicara Mbak..?!" seru senang bu Sati.

Bu Nunik hanya bisa mengangguk, dengan mata yang masih beriak basah.

Ya, sejak pertama kali dia melihat Elang. Entah kenapa hati Bu Nunik langsung merasa suka dan sayang sekali pada anak itu.

“Aih aih, anak yang ganteng ini namanya siapa ya ?” tanya bu Sati, sambil mencubit pelan pipi Elang.

“Elang Prayoga,” sahut Elang, polos dan jelas.

“Wahh. Benar dia sudah bisa bicara !” seru bu Herlin.

Hari itu pun suasana di panti asuhan ‘Harapan Bangsa’ diliputi oleh nuansa kebahagiaan.

Ya, seorang anak lagi identitasnya bisa diketahui, walau hanya sebuah nama.

Ada beberapa anak di panti, yang bahkan pihak panti sendiri yang harus memberi mereka nama. Karena mereka masih bayi saat masuk ke panti asuhan.

Hari berganti bulan, dan tahun demi tahun pun berganti. Tak mengenal kata mundur.

Tak terasa sudah 15 tahun lamanya, Elang berada di panti asuhan ‘Harapan Bangsa’. Itu artinya Elang sudah menginjak usia 18 tahun lebih saat itu.

Elang sudah tumbuh menjadi pemuda yang gagah dan cukup tampan. Tubuhnya sedang namun berisi.

Karena Elang memang rajin bangun pagi, berolahraga, dan membersihkan lingkungan panti, sebelum ia berangkat ke sekolah.

Rambutnya berombak tebal, matanya bening dan tajam, dengan tinggi badan sekitar 178cm.

Elang baru saja lulus SMA sebulan yang lalu. Banyak teman sekolahnya dulu yang suka mampir di panti. Untuk sekedar ngobrol dan bertanya, soal tugas-tugas sekolahnya.

Elang memang anak yang cerdas dan rajin di sekolahnya. Pembawaannya juga supel, sehingga baik teman lelaki maupun wanita banyak yang menyukainya.

Bahkan para guru pun menyayangkan, saat Elang tidak melanjutkan pendidikkannya ke perguruan tinggi. Akibat keterbatasan keuangan pihak panti asuhan.

“Maafkan ibu ya Elang. Semua perhiasan dan barang berharga di panti ini, jika ibu jual juga belum cukup untuk membiayai kuliahmu Nak,” ucap bu Nunik, yang kini sudah agak renta. Namun tetap berkeras mengelola panti asuhan.

“Sementara adik-adikmu juga masih harus meneruskan sekolah mereka. Minimal hingga SMA seperti dirimu Elang,” ucap bu Nunik lagi.

“Tak apa-apa Ibu. Elang nggak harus kok melanjutkan ke perguruan tinggi. Yang penting adik-adik bisa terus bersekolah.

Elang akan mulai mencari pekerjaan apa saja besok ya bu,” ucap Elang dengan hati trenyuh.

Sesak hati Elang, mendengar bu Nunik sampai hendak menjual perhiasan dan barang berharga di panti. Agar dia bisa melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi.

“Maafkan ibu, Elang,” ucap serak bu Nunik. Dia sangat menyayangkan predikat Elang, yang menjadi bintang pelajar di sekolahnya. Namun keadaan memaksanya harus berakhir seperti itu.

“Tak apa Ibu sayang,” ucap Elang seraya mendekap bu Nunik. Perempuan yang telah dianggap, sebagai ibu kandungnya sendiri itu.

Elang sangat patuh dan sayang pada ibu yang satu ini. Karena ketulusan hati Bu Nunik telah dirasakannya, sejak ia masih kecil.

Malam itu....

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

reviews

Thanatcha
Thanatcha
ตายง่ายแท้อีแก่
2026-01-05 12:55:13
0
0
I'm 6339
I'm 6339
มาตายง่าย ๆ แบบนี้ได้ไงวะไอ่แก่ สิ่งที่มุงทำกับลูกมุงยังไม่ทันได้ชดใช้เลย
2025-11-16 03:08:39
0
0
jing jai
jing jai
สรุปเรื่องสั้นไม่จบสักเรื่อง ใช่มั้ย
2025-08-31 08:39:02
0
0
8 Chapters
บทที่ 1
ยามสติค่อยๆฟื้นคืนมา ฉันพบว่าพ่อกำลังมุ่งตรงมาหาฉันฉันตัวแข็งทื่ออยู่ที่เดิมในชั่วพริบตา ไม่รู้ว่าควรทำเช่นไรทว่าตอนเขาเดินผ่านร่างฉัน ฉันถึงตระหนักได้ว่าเขามองไม่เห็นฉันตั้งแต่แรกแล้ว“เสี่ยวฉิง สุขสันต์วันเกิด!”ฉันมองเขาลูบหัว พี่อันฉิง ลูกพี่ลูกน้องของฉันด้วยรอยยิ้ม จากนั้นส่งกล่องของขวัญที่บรรจงห่อให้เธออย่างตั้งใจ“ขอบคุณค่ะลุงหลิน!”วันเกิดของอันฉิงอยู่หลังวันเกิดฉันเจ็ดวันเมื่อนั้นฉันถึงตระหนักได้ทันใดว่า ที่แท้ตัวเองก็ตายมาแล้วเจ็ดวันพวกเขานั่งล้อมวงเบื้องหน้าเค้กสุดอลังการ ที่ทำเพื่อฉลองวันเกิดให้อันฉิงพูดคุยหัวเราะเฮฮา ครื้นเครงเสียไม่มี!ราวกับตรงนี้ไม่มีฉันอยู่อย่างไรอย่างนั้น!ตั้งแต่เด็กจนโต วันเกิดของอันฉิงมักครึกครื้นที่สุดแต่วันเกิดของฉัน กลับไม่มีใครยินยอมเอ่ยถึง และไร้ซึ่งคนสนใจอันฉิงกำลังจะอธิษฐาน คุณน้าที่อยู่ด้านข้างพลันถามขึ้นอย่างไม่ใส่ใจนัก“น้องเขย เหยาเหยาล่ะ? ทำไมไม่เห็นเธอออกมาเลย?”ครั้นได้ยินชื่อฉัน พ่อก็ขมวดคิ้วท่าทางรังเกียจ ก่อนตอบเสียงเย็นเยียบ“เธอทำร้ายเสี่ยวฉิง ผมเลยสั่งสอนเธอไปหน่อย ไม่รู้ว่าตอนนี้ไปตายอยู่ที่ไหนแล้ว!”คุณ
Read more
บทที่ 2
ตอนอายุได้เจ็ดขวบ พ่อพาอันฉิงกลับมาแค่เพราะอันฉิงบอกว่าชอบห้องของฉัน ฉันก็ถูกโยนทิ้งที่ห้องรับแขกแล้วทุกวันที่เธอเข้าเรียนเลิกเรียน พ่อต่างไปรับเธอด้วยตัวเองทั้งนั้นกระทั่งว่าแม้แต่ประชุมผู้ปกครอง เขาก็เลือกไปชั้นเรียนของอันฉิงและฉันกลายเป็นเด็กป่าเถื่อนไม่มีพ่อแม่ให้หมู่นักเรียนเล่ากันสนุกปากคุณน้าโกรธแทนฉัน บอกว่าเขาไม่ควรลำเอียงขนาดนี้แต่พ่อกลับพูดอย่างแน่วแน่มั่นใจ“เสี่ยวฉิงอายุน้อยขนาดนี้ก็ไม่มีพ่อแม่แล้ว เด็กน่าสงสารแบบนี้ ฉันไม่ควรดูแลเธอสักหน่อยเลยหรือไง?”ทว่าเขาแทบลืมไปแล้ว ว่าฉันไม่มีแม่มาตั้งแต่เด็กเล็กแล้วส่วนอันฉิง เด็กดีที่เขาบอกว่าเชื่อฟังรู้ความนั้นตอนวันเกิดฉัน กลับเข้าห้องฉันขโมยสร้อยที่แม่ทิ้งไว้ให้ฉันไปฉันตามจับเธอที่ชั้นสอง แต่กลับเห็นเธอถือสร้อยไว้ข้างหน้าด้วยเจตนาชั่วร้าย“หลินเหยาเหยา เธออยากได้สร้อยคอนี้หรือเปล่า?”ฉันกำหมัดแน่น พยายามควบคุมอารมณ์โกรธเกรี้ยวก่อนตอบกลับไป“เธอคิดจะทำอะไรกันแน่?”ทว่าเธอกลับหยักยิ้มมุมปาก ก่อนกระชากดึงสร้อยคอขาดในทันใด“อย่า!”ฉันพุ่งตัวเข้าไปราวกับบ้าคลั่ง แต่ไม่ได้แตะต้องถึงตัวเธอแม้แต่น้อยแต่เธอกล
Read more
บทที่ 3
อันฉิงดีใจจนกระโดดโลดเต้นไปมาฉันเดินตามเธอเข้าไปในห้องเก่าที่เคยเป็นของฉันห้องที่เดิมทีแม่ตกแต่งให้ฉัน ตอนนี้กลับมีสภาพไม่เหลือเค้าโครงเดิมอีกต่อไปอันฉิงเอนกายนอนบนเตียง แทบทนรอต่อสายหาโทรใครบางคนไม่ไหว“ฉันจะบอกอะไรให้ ไอ้แก่หลินเย่เฉิงนั่นตอบตกลงแล้ว!”จากนั้นไม่รู้ว่าปลายสายพูดอะไร อันฉิงแสยะปากเอ่ยต่อ“แต่ เธอไม่ปล่อยหลินเหยาเหยานังชั่วนั่นไปจริงเหรอ?”เมื่อได้ยินคำพูดของอันฉิง ฉันรู้สึกเพียงเย็นเยียบสะท้านไปทั้งตัวเท่านั้นวันรุ่งขึ้น พวกเขาขับรถมุ่งไปยังสถานที่จัดการแข่งขันระหว่างทาง พ่อดูเหมือนจะใจไม่อยู่กับเนื้อกับตัวตาเอาแต่จ้องโทรศัพท์ตลอด ทว่าเนิ่นนานก็ไม่ทำอะไรอยู่ดีฉันขยับเข้าไปใกล้ถึงได้พบว่า บนหน้าจอมีชื่อฉันเด่นหราอยู่หรือพ่อคิดจะโทรหาฉันกัน?วินาทีต่อมา เขาต่อสายหาฉันดังที่คิดไว้จริงๆ “ขอโทษค่ะ ไม่มีเสียงสัญญาณตอบรับจากหมายเลข…”ทว่าเสียงพูดยังไม่ทันจบ พ่อก็ตัดสายทิ้งไป สีหน้าของเขาย่ำแย่สุดขีด ระหว่างคิ้วขมวดกันเป็นปมด้วยความโมโหบางทีอาจเป็นเพราะฉันไม่เคยไม่รับสายเขามาก่อนแต่ฉันตายไปแล้วไม่มีทางรับโทรศัพท์เขาได้อีกตลอดไปกระนั้นสิ่งนี้ก
Read more
บทที่ 4
แสงแดดส่องกระทบไปยังร่างนั้นในอากาศก็ปกคลุมไปด้วยกลิ่นเหม็นเน่าที่ยากจะอธิบาย รุนแรงจนทำให้คนหายใจไม่ออกและผิวหนังของฉันได้ปรากฏสีเทาเขียวผิดปกติออกมาแล้ว บวมเป่งจนแทบจำสภาพเดิมไม่ได้เนื้อที่เปื่อยบริเวณบาดแผลปริออกจนกลายเป็นหนองในเวลานั้น คล้ายกับเวลาหยุดเดินสายตาของพ่อจับจ้องไปยังร่างไร้วิญญาณแทบจะไม่เหมือนคนที่อยู่ด้านข้างคุณน้ารูม่านตาเขาหดลงฉับพลัน ราวกับถูกค้อนเหล็กเย็นเฉียบกระแทกอย่างแรง และตกอยู่ในอาการสั่นเทาไปทั้งร่าง“เป็นไปไม่ได้…”พ่อพึมพำออกมาอย่างไม่อยากจะเชื่อเขาย่ำเท้าก้าวไปข้างหน้าสองสามก้าว หมายจะยื่นมือออกไปสัมผัส ทว่ากลับหดมือกลับอย่างรวดเร็ว“เป็นไปไม่ได้…นี่มัน…นี่มันไม่ใช่เรื่องจริง…”คุณน้าหยัดกายลุกขึ้น เดินมาอยู่ข้างหน้าพ่อ พลาวคว้าแขนเขาและถามอย่างไร้เรี่ยวแรง“ไม่ว่ายังไง เหยาเหยาก็เป็นลูกแท้ๆ ของคุณ เป็นสายเลือดเพียงหนึ่งเดียวของพี่! ทำไมคุณถึงได้ใจเหี้ยมขนาดนี้?”แต่พ่อกลับสะบัดมือของน้าออกอย่างแรง และตอบกลับเสียงดัง“อู่เยี่ยนบอกว่าปล่อยเธอไปแล้ว และเธอก็วิ่งออกไปแล้ว นี่ไม่ใช่เธอแน่นอน!”“อีกอย่าง เธอสนใจแค่ชีวิตของตัวเองมาตั้งแต่เ
Read more
บทที่ 5
วันนั้น พอพ่อกลับมาถึง ก็ตะคอกเสียงดังใส่ฉันด้วยดวงตาดุดันแดงก่ำ“ทำไมแกถึงพูดโกหก?”แต่ฉันกลับไม่เข้าใจว่าเขากำลังพูดอะไร ได้แค่ร้องไห้โฮด้วยความกลัวขึ้นมาจู่ๆ มือข้างหนึ่งของเขาก็บีบคอของฉันไว้แน่นฉันหายใจไม่ออก อยากจะผลักเขาออกแต่แรงของเขามีเยอะมากจนน่าตกใจ ฉันใช้แรงทั้งหมดก็ยังผลักไม่ออกฉันพึมพำออกมาอย่างไม่รู้สึกตัว“คุณพะ…พ่อ!”ในตอนที่ฉันคิดว่าตัวเองจะถูกเขาบีบคอตายทั้งเป็นนั้น คุณน้ามาถึงพอดีถึงได้ช่วยฉันไว้ได้“พี่เขย นี่พี่จะทำอะไร?”คุณน้ากอดฉันไว้ในอ้อมแขน พลางถามพ่อแต่พ่อกลับชี้หน้าว่าฉันด้วยความโกรธ“ถ้าไม่ใช่เพราะมันโกหก อวิ๋นชูก็คงไม่ตาย! เป็นมันที่โกหกฉัน!”“เหยาเหยาเพิ่งจะห้าขวบ เธอจะไปรู้อะไร พี่จะมาพาลโมโหใส่เด็กได้ยังไง?”“ทั้งๆ ที่มันรู้ว่าอวิ๋นชูอยู่ริมทะเล แต่จงใจพูดโกหก ถ้าตอนนั้นฉันไป อวิ๋นชูก็จะไม่ตาย!”ฉันฟังพวกเขาทะเลาะกัน แต่กลับไม่รู้ว่ามันหมายความว่าอะไรรู้แค่ว่าตัวเองหวาดกลัวมากต่อมา คุณน้าก็พาฉันไปที่หน้าโลงศพแม่คนมากมายต่างคุกเข่าร่ำไห้อยู่หน้ารูปแม่ฉันฉันถามคุณน้าว่า ทำไมพวกเขาต้องร้องไห้อยู่หน้ารูปสีดำนั้นคุณน้าเช็ดน้ำต
Read more
บทที่ 6
พ่อรีบวางกล่องและวิ่งออกไปอู๋เยี่ยนเป็นผู้ช่วยของพ่อ แต่อายุห่างกันกับพ่อเพียงไม่กี่ปีพ่อเดินมาหาเขาและถาม“เกิดอะไรขึ้นกับเสี่ยวฉิง?”เมื่อเห็นท่าทางที่กระวนกระวายใจของพ่อที่มีต่ออันฉิง ฉันอิจฉามาก อิจฉาเธอที่ได้รับความรักจากพ่ออย่างง่ายดายเธอดูเหมือนจะไม่ต้องทําอะไรเลย หัวใจของพ่อก็ตกอยู่ที่เธอรักใคร่เอ็นดูเธอ ลูกสาวแท้ ๆ ก็แค่นี้เองแต่ฉันไม่โทษพ่ออู๋เยี่ยนก้มหน้าบอกพ่อว่า“คุณอันถูกลักพาตัวไป โจรลักพาตัวบอกว่าให้คุณไปคุยกับเขาด้วยตัวเอง”ได้ยินดังนั้น พ่อก็เดินออกไปนอกประตูอย่างลุกลี้ลุกลน แต่เมื่อกําลังจะออกไปก็หันมาถามเสียงเข้ม“อู๋เหยียน นายปล่อยเหยาเหยาจริงๆเหรอ?”ดวงตาของอู๋เยี่ยนฉายแววตื่นตระหนก แต่ก็ถูกเขาปกปิดไว้อย่างรวดเร็ว“ประธานหลิน ผมแน่ใจครับ”พ่อมองเขาอีกครั้งก่อนที่จะออกไปผมงนอกจริง ๆ แล้วเขาแค่ไปตรวจสอบกล้องวงจรปิดก็จะพบว่าฉันไม่เคยออกจากห้องใต้ดินหรือถ้าเขาไปดูศพฉันอย่างละเอียดก็จะจําได้ว่านั่นคือฉันแน่ ๆแต่ในจิตใต้สํานึกของเขา ฉันเป็นคนโกหกเขารังเกียจฉัน ดังนั้นเขาไม่ยอมไปพิสูจน์ทั้งหมดนี้ด้วยตัวเองพ่อเกือบจะถึงสถานที่ที่โจรลักพาตัวต้
Read more
บทที่ 7
อันฉิงอึ้งไปเล็กน้อย แต่ก็ยังแกล้งทําเป็นไม่รู้เรื่อง“ลุงหลิน ลุงพูดอะไรน่ะ ทําไมหนูฟังไม่รู้เรื่องเลย”แต่พ่อกลับบอกเธอโดยตรง“ที่เรียกว่าโจรลักพาตัวก็คืออู๋เยี่ยน ส่วนเธอกับเขาก็เป็นพวกเดียวกัน”แต่อันฉิงยังแกล้งโง่อยู่“ลุงหลิน หนูไม่รู้ว่าลุงกําลังพูดอะไรอยู่”แต่พ่อกลับจ้องมองเธอและหัวเราะเยาะออกมาสายตาของเขาเฉียบคมราวกับเหยี่ยว จ้องเขม็งไปที่อันฉิง ไม่เหลือที่ให้เธอหลบซ่อนแม้แต่น้อย“เธอไม่รู้ งั้นฉันก็จะเล่าให้เธอฟัง”“วันนั้นเธอให้ฉันไปเข้าร่วมการแข่งขันเต้นรําของเธอ เพราะอยากจะฉวยโอกาสมัดฉันไว้ระหว่างทาง แต่คิดไม่ถึงว่าจะเกิดความผิดพลาดขึ้น หลังจากนั้นเธอกับอู๋เยี่ยนก็คิดออกว่าเธอถูกลักพาตัวไป ให้ฉันเอาหุ้นของบริษัทมาแลกกับวิธีนี้”“แต่พวกเธอไม่มีใครคาดคิดเลยว่าในวิดีโอวันนั้น ฉันพบสิ่งหนึ่งที่แปลกมาก นั่นก็คือไฝบนนิ้วของโจรลักพาตัวคนนั้นเหมือนกับอู๋เยี่ยนทุกประการ”แม้ว่าเสียงของพ่อจะไม่สูง แต่ก็มีความสง่างามที่ไม่สามารถละเลยได้ ราวกับว่าสามารถมองทะลุถึงก้นบึ้งของหัวใจมนุษย์ได้ทุกประโยคของเขา ล้วนเป็นการโจมตีที่แม่นยําต่อคำโกหกของอันฉิงก่อนหน้านี้สีหน้าของอัน
Read more
บทที่ 8
“ทําไมกัน”พ่อกัดฟันถามเขาว่าแต่ทันใดนั้นอู๋เยี่ยนก็ตะโกนใส่เขาเหมือนคนบ้า“เดิมทีตระกูลหลินเป็นของฉันต่างหาก! แกขโมยมันและฆ่าแม่ของฉัน! ฉันแฝงตัวอยู่ข้างกายแกสิบกว่าปี ก็เพื่อให้มีโอกาสแก้แค้น”ฉันคิดว่าพ่อจะตีเขาให้ตายทั้งเป็น แต่ไม่เคยคิดว่าเขาแค่พูดกับเขาว่า“แกเป็นแค่ลูกนอกคอก สมควรได้รับตระกูลหลินด้วยหรือ?”พูดจบก็เปิดประตูโดยไม่สนคําสาปแช่งของอู๋เยี่ยนที่อยู่ข้างหลังนอกประตูมีตํารวจกลุ่มหนึ่งกรูกันเข้ามาเรื่องราวต่าง ๆ ที่เกิดขึ้นทําให้ฉันยังคงงุนงงเล็กน้อยฉันแค่มองดวงจันทร์ในคืนนั้นอย่างตกตะลึงไปพักหนึ่ง นึกไม่ถึงว่าพ่อจะทําเรื่องแบบนี้แต่ฉันลืมไปว่า จริง ๆ แล้วเขาเป็นคนสุขุมและพิถีพิถันมากเพียงแต่เรื่องเกี่ยวกับฉัน เขาแค่ไม่อยากคิดให้ละเอียด ไม่อยากยอมรับว่าฉันบริสุทธิ์ฉันตามเขากลับไปที่บ้านเก่าของตระกูลหลินเห็นเขาเดินโซเซมาที่ห้องฉัน หยิบกล่องนั้นขึ้นมาแล้วกระแทกพื้นอย่างแรงเมื่อกล่องแตก ไดอารี่ข้างในก็ถูกพ่อหยิบขึ้นมาตั้งแต่ประโยคแรกก็เป็นกระบวนการทั้งหมดของการเสียชีวิตของแม่ตอนนั้นฉันคิดมาตลอดว่าคนที่คุยโทรศัพท์กับแม่คือใครแต่วันนี้เมื่อฉันไ
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status