Mag-log in義母――山本定子(やまもと さだこ)は私のディンクスの決意を無視して、コンドームに穴を開けた。 私が妊娠すると、彼女は私を家に閉じ込め、外出も仕事も禁じた。 彼女は私に一心不乱に孫を産み、山本家の血を継ぐように命じた。 私はスーツを着てるが、実は特殊な嗜好を隠している夫を見ながら、華やかなクローゼットを開け、優しく囁いた。 「これらのスカート、キャミソール、ハイヒール、素敵じゃない?」 「簡単な手術をすれば、あなたはこれらを完全に手に入れることができるよ......」 この家の血脈を断絶するなら、息子の方から始めようか。 子孫を望むなら、一人も残さずにするわ。
view moreMenara tiga bintang penuh sesak oleh pemuda. Hari ini adalah jadwal pertandingan antar pendekar yang diadakan setiap satu tahun sekali.
Lanting Beruga baru saja mendatarkan dirinya, tapi langsung mendapatkan ejekan dan caci maki dari pendekar muda yang lain.
"Bagaimana kau mau bertarung, sementara tubuhmu memiliki perjuangan?"
"Berkacalah Lanting Beruga, pertandingan kali ini bukan hanya antara pemuda di desa kita saja, banyak peserta dari desa lain, bahkan katanya akan ada perwakilan dari sekte Pedang Perak!"
Sekte Pedang Perak adalah perguruan yang menguasai Kota Ranting Hijau. Mereka jarang menurunkan murid untuk mengikuti pertandingan antar pendekar muda, karena satu alasan. Mereka pasti menang.
Namun hadiah yang ditawarkan musim ini cukup menggiurkan, sebuah kitab yang mempelajari 3 dasar keinginan pedang.
Satu dasar keinginan pedang saja setara 1000 koin emas, uang yang begitu banyak, cukup untuk hidup 10 tahun tanpa bekerja.
"Kau hanya akan mempermalukan desa kita! Sadar dirilah!"
Mendapat cacian itu, Lanting Beruga hanya tersenyum ketir, kutipan teman-temannya tidak sepenuhnya salah. Tubuhnya memang cacat.
"Kembalilah ke gubuk reotmu!" salah satu pendekar muda lain mengadu, lalu tertawa kecil.
"Benar juga, merengeklah bersama orang tua bertangan buntung itu, hahaha!"
"Seno Geni, namamu saja membuat kami jijik!"
Mendengar kata-kata itu, Lanting Beruga berbalik arah, melayangkan kepalan tinjauan tepat ke wajah pemuda berambut ikal. Tidak ada orang yang menghina kakeknya.
Pukulan itu mendarat tepat di wajah, tapi selang beberapa saat kemudian, Lanting Beruga berteriak keras. Tubuh pemuda berambut ikal terasa begitu keras, dua jari tangan Lanting Beruga hampir saja patah.
"Lemah sekali!" ucap pemuda itu, lalu melayangkan kepalan yang membuat tubuh Lanting Beruga terlentang dengan darah keluar dari bagian hidungnya.
"Kau tidak mungkin menang, manusia cacat!" Lantas mereka semua pergi meninggalkan Lanting Beruga itu sendiri.
Menyeka darah yang dari lubang hidungnya, lalu berusaha berdiri dengan susah payah, Lanting Beruga akhirnya melangkah menuju jalan pulang.
Tidak jauh dari jalanan itu, berdiri seorang gadis berbibir tipis dengan pakaian hijau muda. Lila Sari.
Gadis itu merupakan sahabat kecil Lanting Beruga, tapi menjelang remaja, Lila Sari mulai menjauh dari pemuda itu.Di era ini, tenaga dalam menguasai hampir seluruh dataran dunia. Bocah berusia 10 tahun saja sudah mulai memahami konsep energi tersebut, lalu bagaimana mungkin Lanting Beruga yang telah berusia 15 tahun tetap tidak mengerti.
Lila Sari tidak mungkin bersahabat dengan Lanting Beruga, pemuda itu tidak memiliki masa depan.
Lanting Beruga cukup sadar diri, jadi dia membuang muka dari Lila Sari, dan terus melangkah pulang.
"Lanting!" Serua wanita tua dari dalam gubuk reot, "apa yang terjadi dengan hidungmu!"
Wanita itu tak lain adalah neneknya sendiri, Wulandari. Si nenek yang begitu cerewet tapi sangat menyayanginya.
Buru-buru Wulandari mengambil pakaian usang dari dalam lipatan, menyeka darah yang tersisa di hidung Lanting Beruga.
Ah, Lanting Beruga sudah menyeka darah ini, dan semoga baik-baik saja agar neneknya tidak khawatir, tapi usaha ternyata gagal.
"Pemuda mana yang menghajar dirimu?!" ucap Wulandari, "aku akan memukul kepalanya, bahkan menghajar ke dua orang tuanya!"
"Nenek, jangan membuat malu diriku!" ucap Lanting Beruga, "ini hanya luka kecil, lagipula tidak ada yang mengalahkan diriku!"
Wulandari menyipitkan mata, cucu di selalukan memang selalu demikian, memperhatikan-pura kuat dan menahan udara ketika sakit.
Namun Wulandari pernah menjadi seorang pendekar, -tidak terlalu hebat seperti suaminya, tapi dia begitu paham mana luka karena pukulan atau luka biasa saja?
"Dimana kakek?" tanya Lanting Beruga.
"Kakekmu sedang mengurus domba," ucap Wulandari.
Lanting Beruga menemui kakeknya di belakang gubuk.
Seorang pria tua bertangan buntung sedang duduk di atas potongan kayu seraya menghitung puluhan domba yang ada di depan dirinya.
Ini adalah padang rumput yang cukup luas.
Banyak orang yang ingin membeli padang rumput itu, tapi Seno Geni bersikukuh untuk tidak menjualnya.
Angin laut tanpa halangan bertiup kencang di padang rumput ini, bahkan akan terdengar suara ombak menderu menghantam cadas penghalang.
"Apa kau kehilangan domba lagi, Kakek?" Lanting Beruga, kehadirannya membuat Seno Geni terkejut bukan kepalang.
Butuh tiga tarikan nafas agar pak tua terlihat tenang, tapi setelah melihat wajah cucunya, Seno Geni tertawa kecil. "Aku menghitung domba-domba ini, tapi otakku mulai tumpul. Kadang kala kembali 20 kadang kala 25, eh kadang cuman 15!"
"Itu karena Kakek sudah rabun!" Lanting Beruga bergurau kecil.
Domba-domba ini bukan milik Seno Geni, ini hanya domba Pemimpin Desa yang diurus oleh Seno Geni. Dari upah pengurusan piaraan inilah, mereka bertiga bisa makan.
Tidak jauh dari mereka berdua, ada makam cukup besar. Nisan makam itu berbentuk seperti kuku yang dibuat dari batu.
Kata Seno Geni, itu adalah makam sahabatnya, Srigala hitam yang setia. Telah meninggal ketika usia Lanting Beruga baru menginjak umur dua tahun.
Di sebelah makam itu, ada pula makam yang terlihat begitu bersih, bunga-bunga merah kuning masih basah di atas permukaan tanah.
Itu adalah makam ibu Lanting Beruga, meninggal ketika melahirkan dirinya.
Benar-benar ironi sekali nasip ini, Seno Geni kehilangan sahabat dan menantunya dalam satu bulan bersamaan.
Lalu bulan berikutnya, putra semata wayang malah pergi entah kemana.
"Kakek, aku akan mengikuti pertandingan antar pendekar muda di menara tiga bintang, katanya hadiah yang didapatkan cukup besar, 3 dasar keinginan pedang!"
Mendengar hal itu, wajah Seno Geni menjadi tegang. Lanting Beruga tidak pernah bertarung sebelumnya, lalu bagaimana dia bisa mengikuti pertandingan itu?
Dari bayi merah, Lanting Beruga memiliki hampir semua yang bisa dikatakan sangat langka. Dia tidak bisa membangkitkan tenaga di dalamnya.
Ketika dunia ini didukung dengan Tenaga Dalam, pemuda ini malah tidak memilikinya sama sekali.
"Lanting!" seru lagi suara dari belakang mereka, "Aku tidak akan mengizinkan cucu kesayanganku mengikuti pertandingan itu!"
Seno Geni saja ingin berkata, tapi Wulandari memotong ucapannya. "Lanting, kau tahu dunia persilatan itu begitu keras, terluka, pukulan adalah hal yang wajar!"
"Nenek, bagaimana aku bisa tahu dunia persilatan begitu keras, sementara aku belum memiliki!" timpal Lanting Beruga.
"Aku tahu dunia persilatan seperti apa, Kakekmu yang dijuluki sebagai dewa pedang terbaik di eranya, kini menderita."
Wulandari percaya pendekar akansakan dihari tuannya. Seno Geni adalah contoh nyata. Dia dijuluki sebagai dewa pedang terbaik, pemiliki kekuatan dewa matahari, memiliki strategi perang yang mumpuni.
Tapi sekarang, lihatlah! menghitung domba saja Seno Geni sudah tidak bisa.
Jadi sudah keputusan Wulandari, bahwa Lanting Beruga tidak akan terjun ke dunia persilatan. dia cacat.
"Tapi Nenek aku ingin menjadi Dewa Pedang-"
"Omong kosong! Jangan membantah Nenek! atau kau lebih baik pergi-"
Lanting Beruga tidak perlu mendengar lagi apa yang akan diucapkan Neneknya, dia segera berdiri dan pergi begitu saja.
Di sisi lain, Wulandari langsung menutup mulutnya. Dia memang suka marah, tapi kali ini sedikit kelewatan.
"Istriku!" Seno Geni menepuk pelan pundak Wulandari, "sepertinya kau terlalu berlebihan kepada cucu kita, kau ingin mengusir dirinya? bagaiman jika dia benar-benar pergi?"
Mendengar hal itu, Wulandari benar-benar terperanjat, dia tidak sadar dengan ucapannya. ketika mengungkapkan Lanting Beruga, sesuatu dari langit telah berdiri di hadapan pemuda itu.
"Lanting larilah!" teriak Seno Geni.
明は占い師の装いを脱ぎ捨てた。さらに高い坂に立ち、神像の方向をじっと見つめた。まるで、彼が幼少期に年上の女性に犯された時、震えながらも木の棒を振り上げようとした私を見ているかのようだった。どこか不器用でありながらも、勇敢だった。「自分を許さなかったなら、悪人も許してはならない」「馬鹿だな」家高と定子の故郷の占い師は、基本的に違法産業に関わる巨大なマルチ商法の組織だった。虚偽の事件を作り、村人たちの信頼と「供養」を得て、土地を占拠して薬を作り、適切な人材を選んで勢力を拡大していった。家高の叔父が捕まった時、それらは静かに一網打尽にされた。明は知っていた。家高とその母親が行き詰まれば。最終的に選ぶのはここだった。彼は当たった。そして、ついに彼もまた、不器用で勇敢な行動を起こした。【小林明番外編】その手がエレベーターの中で私のズボンを引き下ろしたとき。ちょうど私の家がある階に到着した。私はまだ泣き叫ぶ暇もなく、口を塞がれ、エレベーターの片隅にしっかりと押さえつけられた。肥えた大きな手が、非常に私的な場所に触れた。私は恐怖に震えながら、ドアが徐々に閉まるのを見て、表示板の数字が増えていくのを見た。最終的に最上階で停止した。無力感に包まれて、私は階段へと引きずられた。歪んだ顔と巨大な体が私を圧倒して、私は必死に力を入れても、全く押し返すことができなかった。彼女は血のように赤くて大きな口を開け、私は暗闇に包まれ、顔は青白く、体は痺れて動かなかった。露出した肌には無数の蛇やネズミが這っているかのようで、息が詰まり、絶望的だった。私はここで死ぬのだと思った。「ドン——」継母が連れてきた姉が木の棒を持って、震えながら「化け物」を見つめていた。胸の奥で息が荒くなり、必死に木の棒を振るって、正面にまた一撃を加えた。その不快な触手はようやく私を放し、姉に向かって進んだ。まるで戦い合うかのようで。一方的な殴りのようでもあった。私は張り詰めた神経が切れる音を聞き、ようやく声を取り戻して必死に叫んだ。その「化け物」は驚いたのか、二度唾を吐いて姉を放し、私に一瞥をしてから慌てて立ち去った。継母が連れてきた姉は、頬に手のひらの跡、血のついた口角、頭皮には引き裂かれた痕があり
「占い師」は細かく透き通るカーテンの後ろに隠れており、その表情は暗く、読み取ることができなかった。定子は家高の頭を押さえ、何度も何度も彼女に頼んだ。占い師は軽く咳払いをし、少し粗い声で言った。「そのもの、まだ保管してるか?」定子の顔色が変わり、予想外の質問に驚いた。海外の病院に行ったとき、持ち帰ることを忘れた。家高は心の中で不安を感じていた。「ほかの物でできますか?」病院がそんなものを保管していたわけがないんだ。おそらくとっくに処理されてしまっただろう。「それなら、少し厄介だな......」占い師はため息をつき、顔が見えなくても、彼女の迷いや葛藤の感情が伝わってきた。定子は瞬時にその意味を理解した。身の回りの現金をすべて取り出し、供養台に置き、すぐに地面にひれ伏した。「今はこれだけしか持ってませんが、明日必ずもっと多くのお金を奉納します。どうか手をお貸しください。早く我が子を助け、山本家の血脈を守ってください」占い師は何も言わなかった。しばらく沈黙した後、定子と家高の心が乱れた頃、ようやく口を開いた。「方法はあるが、非常に難しい。成功する可能性は万の一だ。二人とも、それでも耐えられるか?」定子の目には熱意が宿っており、この言葉を聞いて、すぐに解決できるように思えた。すぐに答えた。「先生が言うことなら、私たちは必ず従います。どんなに難しくても、最後まで耐えます」そして占い師の指示に従い、家高の最も親しい者として定子は神像の前で日夜膝をついて、罪を告白し、真剣に懺悔した。家高の後継ぎの資格を得るため、神の加護を得られるように。家高は自分の傷口に針を刺し続け、変化を求めるようと思いながら、痛みを刺激し続けなければならなかった。痛みがなくなるまで、それが転機を迎える時だった。銀の針が刺さるたびに、それは激しい拷問のようだった。この治療には終わりが見えなかった。そして、私の遺灰はその神像の下に隠されていた。
家高は、失われたものをどうすれば再び自分の元に戻せるのかを知りたかった。定子もそれを知りたかった。弟が刑務所に入ったことは、山本家に子孫を残すという精神的な追求を断ち切ることはなかった。彼女は残りの貯金を取り出し、家高と一緒に彼が手術を受けた国に行った。多くのものが戻ってくることを求めてはいなかった。ただ、失われたものが引き継がれ、再び栄光を生み出すことを望んでいた。しかし現地に着くと、手術を担当した医師は肩をすくめて無力を示した。家高は絶望的な表情を浮かべ、定子は外国の医者が金額が少ないと思って治療したくないのだと勘違いし、地面に寝転がって泣き叫び始めた。数人の制服を着た大男たちにゴミのように投げ出された。「ふん、外国の奴、何もできないんだ」定子は路上に寝転がり、門に向かって何度も唾を吐きながら、家高に帰国のチケットを手配させた。彼女の心の中には、最も頼りにできる希望がまだ隠されていた。力強く家高に言った。「帰ったら、占い師を探してみる。占い師には何も難しいことはない。きっと何か方法がある!」彼女の弟は、貧しい小僧から有名な病院の副院長になった。それもすべて占い師が指し示した道によるものだった。山本家は代々占い師を崇拝してきた。占い師は山本家の血脈を断絶させないんだ。家高は小さい頃からそのことを耳にしていたため、自然とその人の奇跡を思い出し、再び希望の光が彼の目に宿った。まるで明との未来がまた見えたかのように。
家高の叔父の審判の日、明は証拠を警察に提出した証人として、証言台に立った。家高の麻痺した冷徹な眼差しは、ついに崩れ落ちた。練習してきた女性の声が鋭くなった。「私に近づいたのは、わざとだったの?本当に私を愛してなかったの?私に対して、心からの思いはあったのか!!」司法警察に制止されて外に引きずり出されると、地面に座り込んで頭を抱え、事実を受け入れられずに苦しんでいた。明が彼を好きだったのは本当だが、愛していなかったのも本当だった。大人たちの短い楽しみだったに過ぎなかった。裁判が終わり、明は彼の横を通り過ぎ、前を見つめて冷ややかな口調で言った。「あなたの叔父のこと、彼から聞いたか?何も知らないあなたに、私はわざわざ近づいて、何が得られるというの?」私は明に、家高の頭が悪いことを愚痴ったことがあった。彼は今、まるで自分がどうしてこんな愚かな母子に、再び生きる気力を奪われることになったのかを考えているようだった。しかし家高はその問いかけを聞いた後、再び希望の光を目に宿らせた。「だから、私を愛してたんだろ?」さらに焦りながら言った。「私たち、もう一度やり直そう。いいだろ?明、別れないで、私を捨てないで、もう一度やり直そう......」明は衣服の裾が触れそうになる前に足を動かし、眉をひそめた。「残念だけど、今でも私は、女は好きじゃない」
妊娠九ヶ月半の頃、定子はもう帝王切開をする時だと考えていた。彼女は孫を早く見たかった。私は産科に入院し、手術前夜には屋上に上がり、ついに防犯窓のない手すりを見つめて、愚かにも笑い出していた。午前六時、看護師が回診に来た。午前八時、定子は屋上の端で私を見つけ、怒鳴った。「何をしてるのよ!」「もし孫を連れて行ったら、鬼になってもあなたを許さないからね!」私が先に鬼になる可能性に気づくと。彼女は言葉を柔らかくした。そして、私にひざまずいて頭を下げようとした。「早ちゃんって、名前も早く生まれることを願ってつけたんでしょう?どうしてこんなに早く連れて行こうとする.
イケメンでしっかりした息子が、側面に模様の入った三つ編みの髪と、チェリーレッドの唇を持つ娘に変わった。定子は目を閉じ、家高のウィッグを引っ張ってそのまま気を失った。再び目を開けたとき、彼女は「彼女」を抱きしめながら悲痛な声で叫んだ。「あなたは本当に馬鹿ね!あなたがあの男と一緒にいるって言うから、私は目をつぶって見逃してあげたのに。なのにこんなことをして......」家高はその雌雄の区別がつかないような声で彼女を慰め、次第に我慢の限界が来ていた。私は病室の反対側のベッドに横たわり、微笑みを浮かべて、このシーンを静かに見守っていた。定子が冷静になるのを忍耐強く待っていた
定子が心の中で執着していた山本家の血脈は、完全に絶たれた。誰も私の遺体を引き取ることはなかった。私にはもはや価値がなかったから。政府はシステムから私の生物学的な両親の連絡先を取り寄せた。父に電話をかけると、その男は言った。「何言ってるんだ、俺にそんな子供はどこにもいない。気が狂ってるか。もう電話してきたら警察呼ぶぞ」その後は、現在の妻をなだめながら、ぼんやりとした調子の会話が続いた。次に母に電話をかけると、その女は言った。「どうしようとあなたたちの勝手でしょ。もう私には関わらないで。お金もないし、元気もない、あの子にお金をかける余裕はない」そして、泥棒の
私はカメラがズームインするように、メディアに合図を送った。定子は息をついて言った。「本当に死ぬつもりだったのかと思った」彼女は、私がこんなことをしてネットの力を使って自分のために正義を叫び、彼女を叩く人を集めるつもりだと考えていた。そして涙声で訴えた。薬を盛られ、息子に強制され、家に閉じ込められて拷問され、とうとう耐えられなくなって飛び降り自殺しようとしたと。しかし彼女は心配していなかった。私が産前うつ病で精神状態が悪いとか、被害妄想があると言い張れば、問題はないだろう。そして良い姑の姿を演じることに専念し、同じように泣きながら訴えるだけで十分だった。家高の叔父は、当然
Rebyu