POV Ibu"Pak, saya mau check harga emas hari ini," tanyaku pada penjaga toko setelah sampai. "Emas apa, Bu? Murni atau 22?" tanyanya. Aku yang bingung dan tak mengerti, akhirnya menjawab keduanya saja. "London, enam ratus tiga puluh belum upah, 22, lima ratus sepuluh belum upah," jawabnya. Segera aku membuka cincin di jariku dan memberikannya. "kalau ini, berapa gram dan jenis apa?" Ia lantas menerima, kemudian membolak-balik "Sepertinya ini cincin sudah lama sekali. Tapi ini emas putih, kalau matanya saya tidak tahu. Saya hanya penjual emas seperti ini," tunjuknya ke etalase miliknya. "coba Ibu tanya ke toko emas depan, pemiliknya orang tionghoa. Nah dia mengerti itu soal mata begini," ucapnya sembari menunjuk ke arah depan. "Oh baiklah Pak, terimakasih," jawabku sembari memakai kembali cincinku tersebut. Segera aku menuju toko emas yang disebut Bapak tadi. Bukan toko emas biasa, toko ini terlihat lebih besar dan mewah. "Cek, mau tanya," sapaku pada Bapak tua keturunan tiongh
Last Updated : 2025-12-29 Read more