Danil tiba di rumah sakit. Ternyata Nenek Marita dan Bu Rita sudah lebih dulu datang dan menunggunya. Danil mengerutkan kening melihat mereka. "Mah... Nek, kalian ke sini karena membaca berita, bukan?" tebak Danil. "Salah satunya," jawab Nenek Marita. "Alasan lainnya apa?" "Tentu saja untuk menjemput calon cicit Nenek." "Ya ampun, Nenek benar-benar percaya berita itu? Media tidak bisa dipercaya, Nek." "Kamu mengatakan bayi yang dikandung Alea bukan anakmu?" kali ini Bu Rita yang bicara. "Bukan, Mah. Anak Danil hanya kuizinkan lahir dari rahim istriku, Emili," tegas Danil. Bu Rita terdiam berpikir. "Mana ada maling yang mau mengaku. Semua bukti sudah ada, Danil," Nenek Marita yang sangat merindukan seorang bayi tetap ngotot. "Bukti apa, Nek?" Danil mengernyitkan alisnya. "Alea datang ke rumah membawa testpack, foto, dan video saat kalian bersama. Ia juga mengatakan kalau kamu dan E..." "Sudah. Kamu harus menemui Alea," Nenek Marita mencegah Bu Rita membahas soal Em
Baca selengkapnya