Emili tiba di alamat yang Maya kirim padanya. Itu cafe yang tidak terlalu besar tapi pengunjungnya lumayan banyak. Sesampainya di sana, Emili langsung disambut oleh kedua sahabatnya itu. "Sorry ya, Em. Kemarin kita nggak sempat ngobrol banyak. Ternyata jadi pengantin itu sangat merepotkan," sesal Maya saat Emili sudah mendudukkan tubuhnya. "Tapi mengasyikkan kan, May? Gue nggak apa-apa kok. Santai saja." "Gue malah menantikan kehidupan pengantin yang merepotkan itu, May," sahut Hana. Membuat kedua temannya tertawa. "Gue doain semoga lo juga bisa segera menemukan laki-laki baik yang sesuai kriteria lo. Makanya turunin standarnya dong, Han," ucap Maya menghibur Hana. "Lo masih mending, Han. Masih ada kesempatan untuk menunggu yang sesuai keinginan lo. Lah gue?" keluh Emili. "Lo juga udah baik kok, Em. Tunggu aja waktu yang tepat," Maya berucap seperti menyembunyikan sesuatu. "Semoga saja," ucap Emili. "Kok lo malah ngumpul sama kita sih, May? Bukannya harusnya lo dan suam
Read More