"Kesayangan Ayah sudah wangi," Danil berdiri menyambut putrinya. "Apa katamu?" Nenek Marita kaget mendengar Danil. "Ini putri Danil, Nek. Saat Nenek mengusir Emili, dia sedang mengandung anakku. Ah, Nenekku sungguh keterlaluan! Mengusir cucu menantu yang sedang hamil tapi menampung wanita hamil lainnya," ucap Danil membuat nyali Neneknya menciut dan tampak bersalah. Sebenarnya ia sudah menunggu momen ini dari tadi. "Apa benar dia putrimu?" Ekspresi Nenek Marita berubah sembilan puluh derajat. Yang tadinya dingin menjadi hangat. Ia bertanya demi memastikan pendengarannya. Matanya terpaku pada Dania. "Iya, Nek. Apa Nenek meragukannya? Padahal dia begitu mirip denganmu, Nek," ucap Danil. Fakta itu juga yang membuatnya tidak bertanya saat pertama kali melihat putrinya. Dania begitu mirip Neneknya yang juga mirip dengan dirinya sendiri. "Betul kamu hamil saat pergi dari rumah?" Nenek beralih pada Emili. Kebenciannya pada menantunya itu agaknya berangsur hilang. "Iya, Nek. Tapi E
Read more