Alex menemui Maya setelah jam kantor. Ia menunggu Maya di depan pintu tiga. Tidak lama kemudian Maya muncul setelah mengganti pakaian kerjanya dengan pakaian biasa. "Hei, kamu," seru Alex menyapa Maya. Maya celingukan lalu berkata, "Kami berbicara dengan saya?" "Iya, siapa lagi?" "Saya punya nama," protes Maya. "Iya, saya tahu kamu Maya, kan? Sini, sebentar," pinta Alex. Sepertinya Maya belum mengenalinya. Benar saja, Maya mendekat Maya hampir terjengkang karena kaget. Alex salah satu orang yang disegani Karena merupakan asisten kepercayaan Danil. "Maaf, Pak Alex, saya kurang sopan. Tadi saya tidak mengenali Anda," ucap Maya tiba-tiba hormat. "Tidak apa-apa." "Ada apa sampai Pak Alex memanggil saya?" tanya Maya "Sebaiknya kita bicara setelah menemukan tempat yang aman. Ayo, ikuti saya." "Maaf, Pak, tetapi saya harus pulang." "Saya minta waktunya sebentar, boleh?" "Baiklah," Maya menyetujui setelah berpikir sejenak. Ia pun mengikuti langkah asisten bos per
Baca selengkapnya