Fokus Daya hanya diam sembari memandang Nagisa yang sejak tadi mengunyah roti bakar buatannya. Bisa-bisanya ia ketiduran ditengah obrolan penting.“Bunda, papa kok belum bangun?”Daya tersentak. Jam hampir menunjukkan pukul 06.30 pagi, tetapi Bagas belum ada tanda-tanda turun ke lantai satu. Padahal tadi Daya melihat sendiri kalau Bagas sudah terbangun, malah sedang duduk bersandar di headboard ranjang sewaktu ia sedang memakai riasan.Mungkinkah suaminya itu ketiduran lagi? Tapi, sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini. Akhirnya Daya memutuskan kembali ke kamar untuk mengeceknya.“Astaga! Kamu demam, Mas.” Tangan Daya telah menempel sempurna di dahi Bagas dan memang terasa panas sekali. “Aku ambil termometer dulu …. Obat yang biasa kamu minum kamu taruh mana, Mas …. Habis? Kalau gitu kita harus ke dokter …. Ya ampun! Nagisa bisa telat. Tunggu sebentar, ya, Mas.”Daya dengan terburu-buru turun ke lantai satu, melihat Nagi sudah dalam keadaan rapi dan bersiap berangkat ke sekolah. U
Last Updated : 2026-08-24 Read more