Begitu Daya melangkahkan kakinya di rumah, debaran rasa itu belum sepenuhnya hilang. Ia bahkan dengan sengaja menuju kamar Nagisa serta berlama-lama berada di sana. Bagi Daya yang sudah lama tidak merasakan hal manis semacam tadi, pengakuan Bagas benar-benar membuat jantungnya berdebar. Daya tidak menyangka betapa bahagianya ia sekarang.“Bunda nggak apa-apa kok,” sahut Daya cepat dan langsung memfokuskan dirinya lagi pada Nagisa. Tampaknya Daya melamun cukup lama ketika mengobrol dengan putri sambungnya itu. “Nagi sudah makan?” lanjutnya lagi.Nagisa mengangguk. “Tadi mbak Ratih buatin Nagi soto ayam. Terus, kapan Nagi dibolehin sekolah, Bunda? Nagi sudah nggak demam lagi kok.”“Bunda tahu kok kalau Nagi bosan karena di kamar terus. Tapi, cacar itu penyakit menular, Sayang. Nagi harus benar-benar sembuh dulu untuk bisa masuk ke sekolah lagi. Sekarang Bunda tanya, apa Nagi mau kalau teman-teman nanti ketularan? Pasti nggak mau, kan?”Nagisa tampak terdiam
Last Updated : 2026-08-25 Read more