"Tuman, bekalnya nggak pernah kamu bawa. Ini," Aeri menyodorkan kotak bekal itu pada Arvan. "Setiap pagi selalu ingat bawa bekalmu, bangkrut aku kalau harus gosend-nin makanan terus setiap harinya.""Apa ini kesepakatan?""Harus gitu kamu tanya, bahkan meski nggak ada kesepakatan, setiap pagi kamu harus bawa bekalmu."Arvan menghela napas, dia mengacak rambut Aeri sampai pemiliknya kembali marah-marah."Arvan, kebiasaan nih, anak." Tidak terima, Aeri membalasnya dengan ikut membuat rambut Arvan berantakan, Bukannya kesal, Arvan malah tertawa tidak jelas."Lagian cuman rambut, ngapain sampai heboh segitunya?""Aku mau keluar hari ini, ini aja aku sudah terlambat, kamu lagi pakai acara berantakin rambutku segala," kesal Aeri merapikan rambutnya dengan jari-jemari.Senyum di wajah Arvan seketika sirna. Mau keluar ke mana yang membuat tingkah Aeri jadi tidak seperti biasanya pagi ini?"Ke luar? Keluar ke mana?" tanyanya langsung pada sang istri "Ke ...," Aeri menoleh ke samping, seakan
Read more