Tidak seperti biasanya, Aeri dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya— mengedit foto yang klien suka—, lalu untuk sesi fotonya sendiri, dia menyuruh Arika yang melakukan."Mbak, jam dua nanti harus sudah ke lokasi wedding." Kembali Arika mengingatkan saat Aeri sudah bergegas membereskan barang-barangnya.Aeri menepuk dahinya, "Astaga, aku lupa," meski katanya lupa, bukannya urung pergi, Aeri malah memberi Arika kameranya."Kamu saja yang pergi, aku masih ada urusan, daahh." Secepat kilat Aeri pergi sebelum Arika memakinya."Anying! Syiball! Dasar bos biadab." Meski sudah jauh di luar studio, dia masih mendengar suara Arika di dalam tengah mengutuk dan memakinya."Sorry Rik, 70 persen bayaran foto hari ini buatmu," teriak Aeri membuat Arika akhirnya terdiam.Tidak menyia-nyiakan waktu, Aeri pergi menggunakan motor milik Arika. Dia melaju dengan kecepatan penuh, menyelip di antara mobil dan untungnya dia tidak terlalu gila untuk lewat di antara celah dua truk besar."Ck, sudah siang gini
Read more