"Pendarahannya harus segera dihentikan. Siapkan ruang tindakan!"Suara perawat itu menggema di lorong UGD, membuat Cakra yang masih berlumur darah di kemejanya seketika membeku. Di depannya, ranjang dorong dengan tubuh Milla di atasnya menghilang di balik tirai yang ditarik cepat oleh tim medis."Dok, tolong. Dia hamil, tolong hati-hati sama kandungannya," pinta Cakra, suaranya nyaris tak terkendali."Kami tahu, Pak. Bapak tunggu di luar dulu, ya."Tirai itu tertutup, menyisakan Cakra sendirian dengan detak jantungnya yang berdebar liar. Ia menoleh ke belakang—Bruno baru saja tiba setelah memarkirkan mobil, wajahnya masih menyimpan amarah yang belum tuntas, ponsel menempel di telinganya."Iya, Let. Gue di rumah sakit sekarang," lapor Bruno lewat telepon, suaranya berusaha tenang meski rahangnya mengeras. "Milla lagi ditangani."Di ujung telepon, suara Arletta terdengar tajam dan penuh kendali, tanpa sedikit pun nada panik meski jarak Jogja-Jakarta membuatnya tak bisa berbuat lebih dar
Last Updated : 2026-08-27 Read more