LOGIN(Sequel Harta, Tahta, Obsesi Gila) Milla hamil di luar nikah. Tunangannya telah pergi untuk selamanya, meninggalkannya sendirian bersama bayi yang tumbuh di rahimnya. Bagi orang lain, bayi itu adalah aib. Bagi Milla, dia adalah alasan untuk tetap hidup. Akankah Milla mampu mempertahankan anaknya di tengah dunia yang terus menghakiminya?
View More"Let, gue tau lo sayang sama gue, dan gue pun sayang sama lo. Makanya ... gue gak mau jadi beban lo terus." "Lo ngomong apa sih, Mill? Ngawur aja!" ucap Bruno tak terima "Kamu bukan beban, Mill. Jangan pernah mikir begitu." Cakra menimpali. Sementara yang lain sudah bereaksi cepat mendengat ucapan Milla, Entah itu dengan mimik wajah Syok atau ucapan. Arletta masih diam menatap Milla lekat. "Lett?" Panggil Bruno dan Cakra. Meminta wanita itu mengucapkan sesuatu untuk menenangkan Milla. "Sayang?" Arkana pun ikut memanggil. Akan tetapi Arletta masih diam sambil menatap Milla lekat. Bukan ia tidak mau menenangkan atau membujuk sahabatnya itu. Hanya saja Arteta tau, saat ini Milla tak butuh sekedar kalimat atau ucapan penenang. Milla butuh hal lain yang lebih. Sesuatu yang tak hanya bisa menenangkan tapi juga menghentikan sugesti bodohnya dalam kepalanya itu. "Kalau lo mikir kayak gitu sekarang, berarti begitu pula yang lo rasakan di masa pelarian gue." Milla tersentak ha
Happy Reading "Kenapa lagi sekarang?" tanya Bruno mulai kesal dengan acara meeting dadakan itu. "Jangan bilang karena lo cemburu sama gue? Ck, ayolah Cak. Gue ga sebrengsek itu sampai nikung temen sendiri. Gue bukan Arkana!" "Sialan!" Arkana auto menendang kaki Bruno dengan kaki palsunya. Lumayan tersinggung karena lagi-lagi Bruno Mengingatkannya pada kenakalan terdahulu. "Itu cuma salah paham masa lalu ya. Biar dikata gue playboy, tapi playboy gue tetap bermartabat. Gak doyan sama cewek orang. Apalagi cewek temen sendiri. Sorry, yang single banyak!" klarifikasinya kemudian. "Masa?" Seperti biasa, Bruno malah menggoda. "Lo--" "Ruang operasi penuh gak, sih?" sela Arletta tiba-tiba. Membuat Arkana dan Bruno urung debat. "Ruang operasi? Mau ngapain?" tanya Cakra bingung. "Mau nguji ingatan tentang cara jahit luka menganga dengan baik dan benar." Glek! Arkana dan Bruno seketika menelan saliva kelat berjamaah. Lalu mundur teratur tak berani berulah lagi. Sudah jadi rahasia umum
Bola mata Bruno bergulir menyebalkan saat memindai penampakan seorang pria yang duduk di salah satu sofa, di dalam ruang rawat Milla, yang langsung berganti jadi VVIP sejak kedatangan ibu hamil dari jogja. "Bisa-bisanya lo biarin binik lo terbang sendirian dari jogja ke sini? Dengan perut segede itu pula. Kalau kenapa-napa, gimana? Siap itu kaki satu ilang lagi juga?" Pria yang sedari tadi di pindai dan disindir Bruno pun mendengkus kesal. Siapa lagi kalau bukan Arkana Sadewa, suami Arletta. Atau sebut saja kang photo mantan playboy yang sekarang jadi bucin lebay plus narsis. Ya memang sebanyak itu titel Arkana. "Diem deh, No!" tukas Arkana sengit. "Kan gue udah bilang, bukan gue yang sengaja biarin. Gue justru ditinggalin, Bruno! Emang lo gak liat, hari ini gue gak seganteng biasanya? itu gegara tadi gue buru-buru ngejar dia." Bukannya prihatin, Bruno malah makin mencibir. "Pertanyaannya sekarang, kok bisa lo ditinggalin? Jangan bilang karena sekarang kaki lo satunya palsu. G
"Milla ... Mama minta maaf. Mama sadar, Mama sudah salah. Mama mohon. Maafkan Mama, Milla. Mama nggak punya siapa-siapa lagi selain kamu. Papa sekarang sudah ditahan polisi. Kamal gak mau bantu. Perusahaannya sedang kena masalah. Makanya dia juga lagi pusing. Mama ... Mama sekarang sendirian, Milla. Mama--" "Itu semua akibat pilihan Mama sendiri," sela Milla. Air mata akhirnya menetes dari matanya. "Mama yang memilih untuk diam selama ini. Mama yang memilih untuk nurut sama Papa meski tau itu salah. Mama juga memilih untuk ikut mengorbankan aku tanpa perduli kondisi dan perasaan aku. Sekarang, sudah seharusnya Mama juga yang menanggung konsekuensinya." "Milla ..." "Aku sudah memutuskan, Ma," lanjut Milla, suaranya bergetar tapi tetap tegas. "Aku akan pisah hubungan sama kalian." "Nggak! Milla!" Mama Niken menolak tegas. tapi Milla tak perduli. "Aku nggak akan kembali ke rumah itu dan tinggal di sana lagi apapun kondisinya. Rumah sakit ini akan jadi tempat terakhir aku bertemu Ma






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews