Rumah lama keluarga Geraldine telah kosong selama bertahun-tahun. Cat dindingnya mengelupas, halaman depannya dipenuhi ilalang setinggi lutut, dan jendela-jendelanya pecah di beberapa sisi.Alena berdiri di depan pintu utama dengan tangan gemetar. Ini adalah rumah masa kecilnya. Tempat ia belajar sepeda, tempat ibunya mengajarinya membuat kue, tempat ayahnya membacakan dongeng sebelum tidur. Tapi sekarang rumah itu terasa asing dan menakutkan."Aku tidak pernah tahu ada ruang bawah tanah di rumah ini, Mas," bisik Alena, suaranya hampir hilang tertiup angin malam. "Ayah tidak pernah cerita.""Karena mungkin sengaja disembunyikan darimu," jawab Azam pelan, sambil merangkul bahu istrinya. "Kunci dari Bram ini pasti petunjuknya."Mark yang membawa senter besar berjalan di depan, menyingkirkan papan-papan kayu yang menutupi pintu masuk.Aroma lembab dan kayu lapuk langsung menyergap begitu pintu utama berhasil dibuka.Mereka mencari petunjuk berdasarkan kunci kecil berkarat yang diberikan
더 보기