"Oh, siapa orang itu?"Wilgo mengangkat alisnya dengan kebingungan.Tanpa beromong kosong lagi, Jerfis langsung mengambil ponselnya, menghubungi sebuah nomor, lalu berkata, "Tuan Ojima, datanglah temui Pak Wilgo."Dalam waktu kurang dari tiga menit, sosok bayangan seseorang yang pendek dan kecil, serta mengenakan jubah panjang bergaya Negara Jepara dan rambut disanggul, berjalan menghampiri perlahan-lahan.Orang ini mengenakan sandal kayu. Seiring dengan setiap langkah kakinya, dua buah pedang, yang satu panjang dan yang satu pendek yang tergantung di pinggangnya bergoyang dengan pelan. Seiring dengan dia melangkah masuk dari kegelapan, aura yang terpancar keluar dari tubuhnya makin kuat.Sosok ini seperti pedang tajam yang keluar dari sarungnya. Melihat kedatangannya, Wilgo tidak bisa menahan diri untuk menyipitkan matanya.Sementara itu, murid-murid Wilgo menggenggam senjata mereka secara naluriah, seakan-akan sedang menghadapi musuh besar."Kamu adalah ...."Wilgo langsung melompat
Baca selengkapnya