LOGINTetap saja Kesya terlalu naif. Walaupun dia sudah mengenal ibunya, tetapi dia juga belum melihat dengan jelas sepenuhnya.Kala itu, Andelin memang merasa agak menyesal. Namun, kejadian itu sudah berlalu, dia tidak akan menyalahkan dirinya sendiri, sebaliknya hanya akan melemparkan kesalahan pada orang lain.Andelin hanya merasa itu adalah kesalahan Linko, juga kesalahan putrinya karena tidak menangani hubungan asmara sebelumnya dengan baik."Sekarang Linko sudah terluka dan masuk rumah sakit. Saat ini, kita juga nggak bisa pergi menyalahkan mereka lagi, hanya bisa melihat apakah Keluarga Demode akan menunjukkan sikap mereka."Dalam hatinya, Andelin tahu ada hal-hal yang bisa dilakukannya, tetapi begitu dia melakukannya, mungkin akan memengaruhi posisinya.Dia memang sangat ingin menuntut keadilan untuk putrinya, tetapi sebagai presdir Grup Biston, hal-hal yang perlu dipertimbangkannya sangatlah banyak. Dia tidak bisa bertindak gegabah."Aku juga memang nggak mengharapkanmu untuk membal
"Sebelumnya aku sudah menjelaskan semuanya padamu, tapi nggak kamu anggap serius."Kesya merasa lelah secara fisik maupun mental. Seberapa banyak pun yang dikatakannya, ibunya tidak akan mendengarkannya.Karena dalam benak Andelin, dia adalah orang yang tidak mengerti apa-apa.Kesya merasa dia tidak perlu memberikan penjelasan lagi."Kamu masih melawan? Memangnya yang kukatakan itu nggak benar? Kalau kamu bicara secara baik-baik dengannya, bagaimana mungkin kalian nggak bisa putus?""Terlebih lagi, Linko yang lebih dulu berbuat salah, kamu bisa menggunakan hal ini untuk menuntutnya berinisiatif untuk putus. Hal seperti ini saja nggak bisa kamu lakukan dengan baik, sampai-sampai muncul situasi seperti sekarang ini.""Sekarang, seluruh Provinsi Aste sedang mentertawakan kita di belakang. Kejadian hari ini benar-benar memalukan."Andelin benar-benar tidak bisa menoleransi hal seperti ini, itulah sebabnya dia sangat marah.Kalau Kesya bukan putrinya, mungkin dia sudah mengusir gadis muda i
Beberapa orang gadis muda itu agak tidak senang, tetapi mereka juga tahu memperoleh informasi seperti itu sangat membantu mereka, jadi tentu saja mereka juga tidak akan mengucapkan kata-kata yang tidak mengenakkan."Yah, seharusnya kalian lebih banyak memperhatikan soal itu. Jangan sampai suami pilihan kalian yang kalian anggap sempurna itu malah memiliki utang yang sangat besar. Kalau kalian sampai menikah dengan orang seperti itu, malah jadi seperti harus membantu orang miskin.""Ya, memang Kak Maydel yang penuh pertimbangan.""Jangan menyanjungku lagi di sana. Kejadian yang menimpa Kesya kali ini memang sangat menarik, seharusnya ada orang yang membantunya di belakang.""Intinya, kalian perhatikan saja terus, pasti akan ada kelanjutannya."Maydel Moeis tersenyum misterius. Kemudian, dia mengambil segelas kopi di atas meja, lalu menyesapnya.Acara pertemuan sore seperti ini memang dilakukan agar para nona keluarga terpandang seperti mereka bisa saling bertukar informasi.Kompleks vil
Sebagian besar orang yang tahu kejadian ini hanya berperan seperti penonton, ingin melihat apa konsekuensi yang akan dihadapi oleh Linko.Setelahnya, mereka baru tahu ternyata Linko masuk rumah sakit pada hari itu juga, satu lengannya sudah dilumpuhkan.Provinsi Aste selalu saja dipenuhi dengan drama. Sebagian besar dari keluarga besar memiliki akses informasi yang sangat cepat.Beberapa orang nona keluarga terpandang yang menghadiri pesta ulang tahun berkumpul bersama sambil menikmati camilan sore. Pada saat bersamaan, mereka juga membicarakan tentang hal ini."Tuan Muda Keluarga Demode telah dilumpuhkan oleh Andelin begitu saja!""Ya, detail kejadiannya nggak diketahui. Saat aku pergi hari itu, Linko benar-benar sangat arogan. Dia memanggil sekelompok petarung ke sana, menghancurkan lokasi pesta. Saat itu situasi sangat kacau, jadi kami pun pergi dengan terburu-buru."Dini Hutapea yang menghadiri pesta waktu itu mengucapkan beberapa patah kata itu dengan santai.Namun, kelihatan jela
Kesya sangat berterima kasih Ardika membawanya makan di tempat ini, merayakan ulang tahunnya dengan sederhana tapi bermakna.Momen seperti ini adalah momen yang tidak pernah dinikmatinya. Dia benar-benar sangat suka kehidupan yang tenang seperti ini.Namun, kehidupan sebaik apa pun juga ada saatnya berakhir, dia juga sudah harus kembali.Dia juga mengerti begitu dia pulang ke rumah, ibunya pasti akan menginterogasinya soal semua kejadian hari ini."Aku akan mengantarmu pulang."Ardika mengambil jaketnya yang terletak di samping, lalu memakainya sebelum hendak mengantar Kesya pulang.Kesya tidak menolak. Dia mengangguk, lalu mengikuti Ardika keluar.Saat mereka berdua baru saja keluar dari gang, sudah terlihat sebuah mobil Rolls-Royce berwarna hitam berhenti di pinggir jalan.Dikta buru-buru turun dari mobil, lalu membukakan pintu belakang mobil.Kesya melangkah dengan langkah lambat, masuk ke dalam mobil dengan ekspresi enggan."Ada apa? Apa masih ada masalah lain?"Ardika bertanya den
"Gadis bodoh, apa yang perlu ditangisi? Hanya sepotong kue saja. Kalau kamu suka, kelak aku bisa menyuruh orang untuk mengantarkannya padamu setiap hari."Ardika ikut menimpali, dia juga merasa reaksi gadis muda itu sangat menarik."Kamu sama sekali nggak mengerti. Bagaimanapun juga, aku tetap harus berterima kasih pada kalian."Kesya menerima kue tersebut dengan senang.Ardika juga mengeluarkan lilin, lalu menyalakannya."Buatlah permohonan, Tuan Putri," kata Ardika dengan nada bicara bercanda. Namun, dia benar-benar tulus mengharapkan gadis muda itu bisa menjalani kehidupan yang sangat baik."Terima kasih, ya. Aku benar-benar nggak menyangka aku bisa merayakan ulang tahunku di sini. Walau nggak ada panggung yang megah, aku sangat suka."Selama ini Kesya memang menyukai perayaan ulang tahun yang tenang seperti ini. Satu keluarga duduk dan makan bersama, serta tiup lilin adalah perayaan ulang tahun yang terbaik.Sebenarnya, dia juga tidak ingin memasukkan hal seperti ini ke dalam hati.







