Hawa dingin dari moncong senjata yang menekan punggungnya tidak membuat Rani gentar. Sebaliknya, ia merasa seolah seluruh sel di tubuhnya mendidih oleh adrenalin. Di hadapannya, Ibu Ivan berdiri dengan keanggunan seorang ratu yang baru saja menjatuhkan vonis mati. Namun, Rani tahu, ratu ini sedang berdiri di atas lantai kaca yang mulai retak."Jangan menatapku seperti itu, Rani," suara Ibu Ivan terdengar halus, hampir seperti belaian, namun penuh racun. "Kamu pikir dengan memanggil polisi, kamu bisa menang? Di kota ini, polisi adalah anjing penjaga yang aku beri makan. Mereka datang ke sini bukan untuk menangkapku, tapi untuk memastikan kamu tidak pernah keluar dari pagar ini hidup-hidup."Rani melirik ke arah rumah Saraswati. Wanita tua itu telah menghilang di balik pintu, diseret oleh bayangan-bayangan gelap. Rani kembali menatap Ibu Ivan, bibirnya membentuk senyum tipis yang meremehkan."Anda terlalu percaya diri, Nyonya," ucap Rani, suaranya stabil meski ia bisa merasakan getaran
Last Updated : 2026-04-02 Read more