Ketegangan di koridor rumah sakit itu terasa begitu kental, seolah-olah udara pun segan untuk mengalir. Rani berdiri tegak di tengah remang lampu lorong, menatap Eric yang masih terpaku memegang ponselnya. Senyum kemenangan yang tipis, yang bagi Eric terlihat sangat mengerikan, masih menghiasi wajah Rani."Kamu baru saja menghancurkan dirimu sendiri, Rani," bisik Eric, suaranya parau karena rasa tidak percaya. "Kalau dewan direksi melihat namaku sebagai pengirim, mereka tidak akan peduli siapa yang mencairkan uang itu. Kita berdua akan masuk penjara."Rani melangkah mendekat, matanya berkilat dingin. "Penjara adalah tempat untuk orang-orang yang ceroboh, Eric. Aku bukan lagi wanita yang bisa kamu kurung dalam ketidaktahuan. Jika namamu tercatat sebagai pengirim, itu adalah hukumanmu karena mencoba bermain sebagai 'penyelamat' di balik punggungku. Sekarang, hubungi tim keamananmu. Kita punya pertunjukan yang harus diselesaikan di restoran itu."________Sementara itu, di sebuah restora
Last Updated : 2026-04-07 Read more