Di dalam kamar perawatan VIP, Rani tidak menyadari badai yang sedang terjadi di luar sana. Ia sedang menatap layar televisi yang dimatikan, pantulan wajahnya yang pucat tampak begitu rapuh namun matanya menyimpan api yang tak pernah padam. Ia baru saja selesai menyusui Erica—sebuah momen singkat yang diizinkan dokter karena kondisi Erica yang mulai stabil. Meskipun menyusui setelah operasi caesar sangatlah menyakitkan, bagi Rani, setiap hisapan kecil Erica adalah obat bagi jiwanya yang telah lama hancur."Ibu akan melindungimu, Nak," bisik Rani, mengelus pipi Erica yang halus. "Kali ini, tidak ada yang bisa membawamu pergi."Tiba-tiba, suara riuh dari luar kamar tertangkap oleh pendengarannya. Suara teriakan, langkah kaki yang terburu-buru, dan suara benda yang jatuh. Rani segera meletakkan Erica kembali ke dalam boks bayi yang aman di samping ranjangnya. Instingnya yang sudah terasah di kehidupan pertama berteriak bahwa bahaya sedang mendekat."Nyonya Utama?" panggil Rani, namun Ibu
Last Updated : 2026-04-25 Read more