Kegelapan di dalam kediaman Utama terasa seperti makhluk hidup yang merayap di kulit. Eric segera menarik Rani ke sudut ruangan yang paling terlindungi, memposisikan dirinya sebagai perisai di depan inkubator Erica. Hanya cahaya redup dari indikator baterai inkubator yang memberikan sedikit penerangan, memantulkan bayangan mereka di dinding seperti hantu yang menari.“Tetap di belakangku, Rani,” perintah Eric, suaranya rendah dan tajam.Pintu kamar bayi terbuka dengan perlahan, mengeluarkan suara derit kayu yang memilukan. Sosok yang muncul bukanlah Yudha, melainkan Nyonya Utama. Wanita tua itu memegang sebuah senter kecil, wajahnya pucat pasi, namun matanya memancarkan ketegasan yang luar biasa.“Eric, Rani… ikuti aku,” bisik Nyonya Utama. “Ada terowongan di bawah perpustakaan. Ayahmu membangunnya untuk situasi seperti ini. Yudha telah meretas sistem pusat, kita tidak bisa mengandalkan tim keamanan di luar. Mereka telah dilumpuhkan oleh gas saraf.”“Ibu, bagaimana dengan para penjaga
Last Updated : 2026-04-30 Read more