"Iya, Ayah," jawab Shena cepat. "Aku hanya memastikan tiket kereta." Ia berpura-pura menatap layar ponselnya. Lampu berubah hijau. Taksi kembali melaju. Shena melirik ke belakang, memastikan mobil itu tidak mengikuti mereka. Namun rasa gelisah tetap mengendap di dadanya. Beberapa menit kemudian, mereka tiba di stasiun. Shena menarik koper dan berjalan cepat bersama ayahnya. Ia mencetak tiket dan menyerahkan satu kepada Julius. Di peron, Shena terus mengamati sekitar, memastikan tak ada siapa pun yang mengenalinya. Kereta akhirnya datang. Mereka naik dan menemukan tempat duduk. Saat kereta mulai bergerak, Shena menghela napas panjang-lega, meski kegelisahan belum sepenuhnya hilang. Sementara Gerardo terus menatap kanan dan kiri di tiap jalan yang dia lewati, hanya ingin memastikan Shena masih ada di sini. "Tuan, apa tidak sebaiknya kita biarkan saja nona Shena pergi!" Hector memberi saran ketika duduk di kursi kemudi. Gerardo menoleh dengan tatapan tak senang. "Apa kau pikir aku
최신 업데이트 : 2026-09-17 더 보기