Share

Chapter 68

Penulis: Alana Karin
last update Tanggal publikasi: 2026-09-19 19:11:13

"Tidak, tidak. Papa salah besar." Tapi Gerardo tidak ingin memperlihatkan ini pada ayahnya.

Tuan Dalton agak kecewa. Padahal ia berharap jika Gerardo dapat memikirkan perihal pasangan hidup kembali.

"Aku sedang sibuk saat ini. Aku akan menghubungimu lain kali," ucap Gerardo menutup panggilan itu.

Dia mendesahkan nafasnya lalu melanjutkan langkahnya memasuki kamar mandi. Di dalam sana Gerardo meletakkan ponselnya ke atas meja granit. Dan mulai melepas seluruh pakaiannya, lalu berdiri di
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ranjang Hangat Sang Mafia   Chapter 70

    "Aku yakin ada yang menjebakku," lanjut Sarah, suaranya semakin panik. "Aku mungkin sudah diberi obat, atau... di hipnotis orang, karena aku benar-benar tidak pernah berbicara seperti itu." Gerardo memicingkan mata, ia merasa jika Sarah hanya sedang mencari alasan untuk menghindari konsekuensi dari tindakannya. "Aku tidak senang dengan pembohong, dan aku juga tidak senang dengan penghianat. Jika kau terbukti berbohong aku akan memastikan semua keluargamu menanggung resikonya." "Aku tidak bohong, Gerardo!" Sarah bersikeras. "Aku juga ingin tahu siapa yang melakukan ini." Tapi Gerardo sudah menutup panggilan itu dan membuat Sarah menggeram kesal di ujung sana. Sarah merasa takut dalam situasi ini, namanya kembali menjadi trending. Semua ini benar-benar mempengaruhi kondisi kehamilannya. Sarah duduk termenung di belakang rumah mn

  • Ranjang Hangat Sang Mafia   Chapter 69

    Sementara itu, di mansion Gerardo. Saat dia sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor sebuah ketukan pintu dari seseorang terdengar. Gerardo yang sedang merapikan gulungan lengan kemejanya itu berjalan menuju pintu dengan langkah yang santai, tapi begitu dia membukanya, ekspresinya langsung berubah. Di depan pintu, beberapa anak buahnya berdiri berjejer dengan ekspresi tegang, termasuk Hector. "Ada apa?" tanya Gerardo, matanya menyipit curiga. Hector tidak langsung menjawab. Dia hanya menyerahkan tablet di tangannya kepada Gerardo. "Tuan harus melihat ini." Gerardo mengambil tablet itu dan menurunkan pandangannya ke layar. Begitu dia membaca headline yang terpampang jelas di situs berita utama, napasnya seketika tertahan. "Sarah: 'Perceraian Kami Terjadi Karena Gerardo Mandul.' " Gerardo terkejut, kemudian rahangnya m

  • Ranjang Hangat Sang Mafia   Chapter 68

    "Tidak, tidak. Papa salah besar." Tapi Gerardo tidak ingin memperlihatkan ini pada ayahnya. Tuan Dalton agak kecewa. Padahal ia berharap jika Gerardo dapat memikirkan perihal pasangan hidup kembali. "Aku sedang sibuk saat ini. Aku akan menghubungimu lain kali," ucap Gerardo menutup panggilan itu. Dia mendesahkan nafasnya lalu melanjutkan langkahnya memasuki kamar mandi. Di dalam sana Gerardo meletakkan ponselnya ke atas meja granit. Dan mulai melepas seluruh pakaiannya, lalu berdiri di bawah guyuran shower. Air dingin seketika mengalir deras dari pancuran, membasahi tubuhnya yang tegang. Namun, bahkan dinginnya air tak mampu meredakan panas di dalam dadanya. Bayangan Shena kembali muncul dalam pikirannya, tatapan tajamnya, caranya berbicara, bahkan bagaimana ia keras kepala dengannya. Namun Shena berakhir menyerah ketika berada di bawah tubuhnya. Pada malam terakhir mereka bersama ia masih ingat bagaimana Shena berakhir di pelukannya, bagaimana kulit mereka bersentuhan

  • Ranjang Hangat Sang Mafia   Chapter 67

    "Ini diambil di rumah kakek. Waktu itu kami masih kecil sering bermain bersama sebelum semuanya berubah," lanjut Daniel. Shena mengalihkan pandangannya dari foto itu. Ia tidak tahu harus berkata apa. Hubungan antara dirinya dan Gerardo jauh dari kata baik, tapi di sisi lain, ia bisa melihat sekilas sisi lain dari Gerardo yang tidak pernah ia ketahui sebelumnya. "Kalian dulu akrab?" tanya Shena. Daniel mengangguk. "Ya. Kami seperti saudara kandung. Tapi saat dewasa, jalan kami mulai berbeda." "Seperti saudara kandung?" ulang Shena. Daniel tersenyum tipis, lalu menjelaskan. "Ya, kami memang bukan saudara kandung, tapi kami saudara satu ayah, dan berbeda ibu. Aku anak dari wanita simpanan ayahku, sementara Gerardo dari istri sahnya. Walau ibuku lebih dulu hadir di hidup ayahku." Shena terdiam, mencerna informasi itu. Ia langsung bisa menebak jika hal itu lah yang membuat Gerardo tidak mau dekat dengan kakaknya. Ia tidak menyangka hidup Gerardo jauh lebih rumit dari yang i

  • Ranjang Hangat Sang Mafia   Chapter 66

    Setelah makan malam selesai, Shena bersiap untuk pulang, diantar oleh Daniel seperti yang telah disepakati. "Shena, kamu sudah siap? Ayo, kita pulang sekarang!" ucap Daniel. "Ya," balas Shena ketika bangkit dari meja makan. Begitu keluar dari rumah Tuan Damian, Shena dan Daniel berjalan menuju mobil yang terparkir di halaman. Daniel membuka pintu mobil untuknya. "Masuklah, Shena." Shena mengangguk dan duduk di kursi penumpang, sementara Daniel masuk ke sisi kemudi. Mobil mulai melaju pelan menyusuri jalanan. Daniel meliriknya sekilas. "Kau terlihat tidak yakin. Apa kau benar-benar ingin pulang?" Shena menggigit bibirnya. "Apakah aku bisa meminta tolong sesuatu?" "Tentu. Apa itu?" Shena menarik napas dalam-dalam, merasa ragu-ragu. "Bolehkah aku... menumpang di apartemenmu lagi malam ini?" "Em.. aku meninggalkan kunci rumahku di desa. Jadi aku tidak memiliki persiapan apapun di sini." Shena merasa jika menumpang sebentar di apartemen Daniel akan membuatnya aman.

  • Ranjang Hangat Sang Mafia   Chapter 65

    Shena menatap kesana dan melihat tuan Damian! Ia begitu terkejut ketika pada akhirnya melihat Tuan Damian. Begitu pun juga Tuan Damian, dia terkejut saat melihat Shena datang bersama Daniel. Daniel, yang sama sekali tidak menyadari hal itu, tetap berjalan santai mendekati kakeknya. "Kakek, aku mengajak temanku." Tuan Damian bingung tapi ada sedikit perasaan senang melihat Shena lagi, di sisi lain Shena berusaha menyembunyikan kegelisahannya. "Shena, bagaimana kabarmu? Apa tanganmu sudah sembuh?" suara Tuan Damian akhirnya terdengar. Terakhir kalinya Shena memberi kabar bahwa ia tidak akan masuk kerja dalam waktu yang lama karena ia mengalami insiden dan tangannya terluka. Shena mengangguk. "Aku baik-baik saja tuan, tanganku sudah sembuh." Shena tidak bisa menutupi dirinya. Dan Tuan Damian melihat bekas luka yang sudah sembuh. Daniel mengangkat alis. "Kakek mengenalnya?" tanyanya, jelas terkejut dengan cara Tuan Damian mengobrol dengan gadis itu.Tuan Damian menatap Shena

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status