"Oke, Tirta. Aku sudah tenang mendengar ucapanmu ini. Nggak peduli berhasil atau nggak, Negara Darsia pasti akan memberimu imbalan yang setimpal!" kata Gaurav.Gaurav menepuk bahu Tirta dengan kuat. Dia tiba-tiba merasa Tirta tidak begitu menyebalkan lagi.Saba berkata, "Tirta, apa pun rencanamu nanti, kamu harus kabari kami dulu."Yahsva menimpali, "Benar. Jadi, kami bisa bantu kamu."Tirta menarik napas dalam-dalam, lalu membalas, "Kak Saba, Kak Yahsva, kalian tenang saja. Aku nggak akan melakukan hal yang membuatku terancam bahaya."Shinta memandang Tirta dengan mata berbinar-binar sambil memuji, "Kak Tirta, aku tahu aku memang nggak salah nilai! Kamu itu pria paling hebat, berani, dan nasionalis yang pernah kutemui."Marila berucap dengan lembut, "Pak Tirta, aku juga akan diam-diam mendukungmu."Sebenarnya Marila masih ingin memberi tahu Tirta sesuatu. Dia lebih memilih Tirta tidak melakukan hal seperti ini, yang penting Tirta tetap aman. Hanya saja, Marila tidak berani melontarkan
続きを読む