Wanita paruh baya itu langsung tersenyum lebar saat melihat uang, lalu menyimpan emas kecil itu sambil berpesan pada kedua gadis tadi. Lagi pula, dia sudah menerima uang Tirta. Meskipun nanti ketiga orang aneh itu menyerang Tirta, itu juga tidak ada hubungannya dengannya lagi."Baik, Bi Ella," jawab kedua gadis itu sambil tersenyum. Sebenarnya mereka juga terpaksa menjual tubuh karena tekanan hidup, tetapi Tirta benar-benar terlalu tampan sampai mereka rela melayani Tirta. Meskipun tidak mendapat banyak uang, mereka tetap bersedia melayaninya.Tak lama kemudian, Tirta tiba di kamar yang bersebelahan dengan kamar tempat ketiga kultivator tingkat inti emas itu berada di bawah tuntunan kedua gadis itu."Tuan, kami datang mengantarkan makanan.""Tuan, kami nggak akan mengganggumu lagi, kami pamit dulu."Tok tok tok.Setelah itu, beberapa pelayan segera meletakkan hidangan yang sudah disiapkan ke atas meja dan buru-buru pergi. Mereka bahkan menutup pintu kamar dari luar dengan cekatan, terl
Read more