"Bukan hanya anak kalian, hampir seribu anak yang hilang semuanya diselamatkan oleh mereka."Pada saat seperti ini, Kanz tentu tidak berani merebut jasa, jadi dia segera melambaikan tangannya sambil berkata demikian."So ... sosok seperti dewa?" Pria paruh baya itu ragu-ragu, tetapi tetap bersujud ke arah Tirta dan Yumika.Yumika sedikit mengangguk, tampak cukup menikmati penghormatan itu."Paman, nggak usah dipikirin, cepat berdiri." Sebaliknya, Tirta buru-buru membantu pria paruh baya itu bangkit."Ayla, Ayla, akhirnya Ibu menemukanmu .... Ka ... kamu kenapa? Kenapa diam saja?" Wanita paruh baya itu juga ikut mengucapkan terima kasih, lalu segera memeluk gadis kecil itu sambil menangis dengan cemas."Ayla, Ayla! Ini ayahmu. Lihat ini, ini capung bambu yang Ayah janjikan. Kamu paling suka ini, 'kan? Ka ... kamu kenapa nggak mau main ...?"Pria paruh baya itu juga menyadari ada yang tidak beres. Dengan tangan gemetar, dia mengeluarkan capung bambu dari dalam pelukannya.Kanz ragu sejen
Read more