Di sudut lain ruang resepsi, jauh dari riuh para tamu muda, berkumpul para orang tua—mereka yang selama puluhan tahun memikul doa, luka, dan harapan… hingga akhirnya hari ini terbayar lunas.Eliza duduk di samping Nathan, tangannya masih saling menggenggam erat, seolah takut jika kebahagiaan ini hanya mimpi yang bisa terlepas kapan saja. Matanya berkaca-kaca menatap ke arah pelaminan—ke arah Noah dan Aishwa, lalu bergeser ke Samuel dan Violet.“Masih susah dipercaya,” bisik Eliza lirih. “Anak-anak kita… sudah sejauh ini.”Nathan tersenyum, matanya pun tak kalah basah. “Mereka bukan cuma sampai sejauh ini, El. Mereka sampai pada orang yang tepat.”Tak jauh dari mereka, Albert dan Aruna berdiri berdampingan. Aruna sesekali mengusap sudut matanya dengan sapu tangan kecil, sementara Albert tersenyum tenang—senyum seorang ayah yang akhirnya bisa bernapas lega.Rizky dan Kiara juga ikut bergabung. Kiara memandang kedua pengantin wanita dengan wajah penuh kebanggaan, sementara Rizky menyanda
Last Updated : 2025-12-27 Read more