“Maksudmu apa tidak akan datang dalam acara lamaran malam ini?” Suara Citrangada terdengar tajam dan tertekan dari seberang gawai. Ia baru saja menerima kabar mengejutkan dari ibunya, yang telah menyiapkan segala sesuatunya sejak sebulan sebelumnya—mulai dari undangan, hiasan ruang tamu, hingga jamuan yang disiapkan khusus untuk keluarga Arjuna. Hari itu seharusnya menjadi hari yang paling dinanti, titik awal perjalanan mereka menuju ikatan yang sah. Namun, kabar yang sampai padanya justru membuat jantungnya berdebar kencang karena kebingungan. “Mau balas-balasan? Malam ini aku harus memilih karena aku tidak dapat memenuhi dua-duanya.” "Aku bercanda." Jawaban Arjuna terdengar datar, ada beban berat yang ia pikul sejak sore tadi, sebuah informasi yang membuatnya mempertanyakan kembali segala hal yang telah ia bangun selama ini. “Aku tidak menyangka candaku sampai kepadamu,” lanjut Arjuna kemudian, mencoba melunakkan nada bicaranya, meski ia sadar bahwa kalimat itu terdengar palsu.
Magbasa pa