“Aku tidak tahu siapa bapakmu!” Suara Dewi Priti meledak, memecah keheningan ruang tamu yang luas dan mewah itu. Nada bicaranya bercampur amarah, lelah, dan kepedihan yang sudah dipendam selama lebih dari dua puluh lima tahun. Di hadapannya, Arjuna—putra satu-satunya yang kini menjabat sebagai CEO perusahaan keluarga yang bernilai triliunan rupiah—hanya bisa menunduk. Pertanyaan itu bukan hal baru bagi mereka; pertanyaan yang sama dari masa kanak-kanak hingga kini saat ia berada di ambang pintu menuju masa depan yang gemilang. Sejak usia dini, Arjuna mulai sadar ada yang berbeda dalam hidupnya. Saat teman-teman TK-nya diantar jemput oleh sosok laki-laki yang mereka sebut ayah, ia hanya melihat sosok ibunya yang selalu datang sendirian. Ia sering bertanya, “Bu, di mana ayahku? Kenapa dia tidak pernah datang?” Namun jawaban yang diterimanya hanya diam, pandangan kosong, atau penjelasan samar yang tidak pernah memuaskan rasa ingin tahunya. Seiring bertambahnya usia, pertanyaan itu
Read more