Mendengar kata-kata itu, Afkar menyeringai mengejek."Freya, sudahlah. Jangan omong kosong di sini. Kalau kamu benar-benar sudah menjalin kontrak jiwa denganku, mana mungkin kamu berani berteriak ingin membunuhku? Apa kamu nggak takut kalau aku murka dan langsung membuat jiwamu hancur berkeping-keping?""Aku tahu, setelah tingkat jiwa mencapai tahap perwujudan, seseorang sudah mampu memecah jiwanya sendiri dan membentuk duplikat jiwa. Kalau tebakanku nggak salah, yang kamu gunakan untuk menjalani kontrak jiwa denganku hanyalah pecahan jiwamu, bukan?"Begitu mendengar hal tersebut, hati Freya langsung berdegup keras, sorot matanya bergetar tak menentu."Heh, ketahuan sama aku, bukan?" kata Afkar dengan tawa dingin."Nggak! Bukan begitu! Afkar, kamu terlalu banyak berpikir. Kenapa ... kenapa kamu nggak mau percaya padaku?" Freya menggeleng sambil menyangkal."Cukup! Aku sudah bersikap cukup manusiawi dengan membawamu keluar dari sana! Mulai sekarang, jaga dirimu sendiri!" ucap Afkar deng
더 보기