Tak! Suara hentakan keras dari gelas kaca yang beradu dengan meja terdengar nyaring di sebuah ruang makan. Dimas, sang pelaku yang baru saja meletakkan gelasnya dengan keras, mendongak menatap istrinya tajam. "Apa kamu mulai membangkang, Ra?" ujar Dimas dengan nada geraman tertahan, menatap tajam Ara, istrinya. Rania Arasha, wanita 24 tahun yang biasa dipanggil Ara oleh orang terdekatnya, tidak terkecuali sang suami, menundukkan kepala, meremas tangannya yang mulai berkeringat dingin di bawah tatapan tajam suaminya. "Ma-Mas, aku cuma mau..." ucapan Ara terhenti saat mendengar suara suaminya yang meninggi, menyuarakan ketidaksetujuan. "Gak boleh! Mas bilang gak boleh, ya gak boleh!" sentak Dimas, tidak peduli wajah istrinya yang mulai pucat dan sendu. Ara memberanikan diri menatap suaminya, meskipun dia berusaha keras untuk tidak menangis. Matanya berkaca-kaca, menatap wajah suaminya dengan memelas. "Mas, Ara cuma mau nengok Ibu. Sebentar saja. Ibu sakit, Mas. Ibu mau lihat Ara"
Last Updated : 2024-12-11 Read more