Waktu itu, aku baru saja menyelesaikan ujian kelulusan. Kelas tiga SMP waktu itu terasa istimewa bagiku, karena waktu itu aku pertama kalinya memiliki seorang kekasih, ah kurasa kata kekasih terlalu romantis untuk romansa ketika aku masih ingusan waktu itu. Katakanlah pacar, ya mari kita sebut pacar. Namanya Ferry, dan aku sangat bahagia memiliki dia sebagai pacar, karena banyak cewek yang mengantri untuk jadi pacarnya. Cinta? Ku rasa tidak. Kami tidak pernah bertengkar sebelumnya, dan waktu itu adalah pertengkaran kami yang pertama dan terakhir. "Dil, kok loe nggak dateng sich malam Minggu kemarin?" Ferry terlihat kesal di mataku dan itu sungguh menakutkan, pertama kalinya aku melihat lawan jenisku marah. Karena ayah ataupun eyang kakungku tak pernah marah kepadaku. "Fer, kan aku sudah bilang kalau aku nggak mau ngelakuin 'itu' dulu." "Halah, basi loe, pasti loe udah kelain hati kan? Loe udah selingkuh dari
Last Updated : 2025-01-05 Read more