Akhirnya Arga turun dari pesawat dengan napas ngos-ngosan. Jasnya lepas, dasinya kendor. Tidak ada sopan-santun pengacara top. Yang ada cuma panik.HP-nya tidak berhenti menghubungi Hesti setiap 5 menit."Hes, aku sudah landing. Kamu di mana? Apa masih di kantor?""I-iya, Ar. Aku di lobby, sama security," suara Hesti gemeter di telepon. "Dari tadi ada wartawan menunggu di depan. Aku takut keluar.""Jangan keluar. 15 menit lagi aku sampai."Arga membanting pintu taksi. "Pak, cepetan bisa? Saya tambah 500 ribu."*Di kamar kos kumuh, Surabaya.Erika udah ganti penampilan. Wig hitam sebahu, kacamata tebel, pake seragam kemeja biru muda kayak pegawai bank. KTP palsunya tertulis: Dewi Lestari.Dia menatap foto Hesti yang dia print segede A4. Di foto itu ada alamat kantor Hesti yang tersebar di Twitter.Wanita itu tersenyum miring. "Security, ya? Wartawan juga ada? Bagus. Makin rame, makin gampang nyelip."Dia masukin cutter kecil, suntikan kosong, sama botol air mineral ke tas selempang."
Last Updated : 2026-05-19 Read more