Tamara berpura-pura menasihati, "Morgan, Wenny cuma orang luar, sementara Hana adalah satu-satunya anak kandung kalian. Kalian harus berpikir dengan matang. Jangan sampai cuma karena seorang orang luar, kalian malah melukai hati Hana. Kalian akan kehilangan anak kandung kalian lho!"Yuvi membentak, "Nona Hana, apa kamu nggak pernah introspeksi atas semua kesalahan yang telah kamu buat? Sebaliknya, kamu malah terus menekan orang lain? Masih ada hal kejam apa lagi yang nggak bisa kamu lakukan?"Hana menyunggingkan senyum dingin. "Nggak peduli apa pun yang sudah kulakukan, aku tetaplah anak Keluarga Yale. Aku cuma kebetulan dengan beruntungnya terlahir di keluarga ini, memangnya kenapa?"Yuvi kehabisan kata-kata. "Kamu ...."Vero menatap Yuvi dan menggeleng ke arahnya. "Yuvi, sudahlah."Yuvi mendengus dingin.Hana bertanya, "Ayah, Ibu, apa kalian sudah memutuskan? Antara aku dan Wenny, kalian pilih siapa?"Pada saat itu, seseorang berbisik, "Lihat, Nona Wenny sudah turun ke bawah."Semua
Read more