Perjalanan menegangkan dan menyiksa menuju Rumah Sakit Umum Daerah itu memakan waktu tiga puluh menit. Sepanjang jalan di atas mobil pikap tua milik Pak Hermawan, Adit hanya terdiam menatap keluar jendela, sementara sang Kepala Desa menyetir dengan tangan gemetar dan rapalan doa yang tak putus-putus.Begitu sampai, mereka bergegas berlari melewati koridor rumah sakit yang berbau menyengat antiseptik, menuju ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).Suasana di depan ruang IGD tampak kacau. Sepasang suami istri paruh baya, yang Adit yakini sebagai orang tua Desi, sedang menangis lemas di depan pintu. Di hadapan mereka, seorang dokter muda berkacamata dengan jas putih, didampingi dua orang perawat, sedang menjelaskan sesuatu dengan lembaran dokumen di papan klip."Tapi kenapa tidak bisa sekarang, Dok? Anak saya sekarat!" ratap sang ayah, suaranya serak karena panik.Dokter itu menghela napas berat, wajahnya tampak lelah sekaligus bersalah. "Saya paham pak, bu. Namun cedera di kepala pasien sa
最終更新日 : 2026-06-18 続きを読む