Dengan gerakan senyap, Adit kembali membelah keheningan malam, menyusuri jalan-jalan setapak Pulau L yang sepi hingga akhirnya tiba kembali di hotel tempatnya menginap.Tanpa membuang waktu untuk melepas penat lebih lama, ia membersihkan diri sekadarnya, menyembunyikan setelan taktisnya ke dalam ransel, lalu mengempaskan tubuh ke atas kasur. Malam itu, Adit tidur dengan lelap, membiarkan sel-sel tubuhnya beristirahat total setelah pertempuran singkat di rumah tua itu.Adit tak mau ikut campur lebih dalam dengan menyelidiki sesuatu. Mengambil ponsel pasukan kegelapan itu misalnya, sebab semakin ia tahu, semakin pula ia tak bisa tenang. Hatinya pasti akan tergerak.Keesokan paginya, sinar matahari menembus celah gorden, membangunkan Adit tepat waktu. Ia langsung beranjak menuju kamar mandi, membiarkan guyuran air dingin menyegarkan kembali pikiran dan fisiknya yang sempat tegang. Luka goresan peluru di lengan dan pahanya semalam kini telah hilang tanpa bekas; hanya menyisakan kulit mulu
最終更新日 : 2026-07-04 続きを読む