“Maaf atas ketidaksopanan ini, Tuanku," ucap Pelayan itu sambil menatap Valerin dalam gendongannya adalah hal yang menyenangkan, lihat bahkan senyuman Pria muda itu tak henti-henti menggembang.Valerin memalingkan tatapannya, dia tak memberontak dan tak pula menginginkannya. “Hentikan menatapku dengan wajah bodohmu itu, Friday!”Malu, tentu saja. Valerin baru pertama kali digendong dengan seseorang, yang bahkan tak pernah dikenalnya itu."Dia memerah dengan manis," batin Friday menahan rasa gemasnya terhadap tuan muda yang berada dalam gendongannya ini. Dia terus berjalan menghantarkan Valerin Grayii menuju ruang kerjanya. Tubuh kecil Valerin Grayii memang pas dalam gendongannya, atau karena tubuh Friday yang teramat besar? mereka berpas-pasan dengan koki di manor ini. Pria paruh baya yang baru keluar dari dapur. “Tuan Valerin, apakah keadaan Anda sudah lebih baik?” Sapa pria tua itu dengan senyuman hangatnya.“A-ah, iya eh, iya anu ... hm," ucap Valerin tiba-tiba menatap dengan nanar
Última atualização : 2025-12-02 Ler mais