Aura tidak ingin memedulikan Renald, sehingga dia berkata dengan nada acuh, "Kalau begitu, terserah kamu saja."Semalam hampir semalam tidak tidur, sehingga sekarang Aura hanya ingin tidur dengan tenang.Namun, saat Aura selesai berbicara dan hendak naik ke lantai atas, seorang pelayan tiba-tiba masuk dari luar dan berkata pada Aura, "Bu Aura, Pak Parviz memanggilmu ke sana."Mendengar perkataan itu, Aura secara refleks menoleh sekilas ke arah Renald. Entah mengapa, dia merasa Parviz memanggilnya pasti karena ada kabar buruk. "Baiklah, aku sudah tahu."Pelayan itu menganggukkan kepala, lalu berbalik dan pergi.Setelah itu, Aura menoleh pada Renald. "Kamu pasti tahu kenapa Kakek panggil aku, 'kan?"Renald hanya mengangkat bahu. "Nggak tahu."Aura hanya menjawab, "Oh."Setelah itu, Aura yang malas untuk bertanya lagi pun langsung melangkah menuju paviliun kakeknya.Renald tentu saja mengikuti Aura dari belakang.Saat tiba di paviliun Parviz, Aura sudah bisa melihat para pelayan yang sibu
Read more