"Mama kenapa, Ma?" tanya Bima. "Apa ada yang ingin Mama bicarakan sama aku?" Mira hanya memejamkan mata, dan detik itu, setetes air mata mengalir melalui parit matanya, dan Bima bisa melihat itu. Bima tahu mamanya sedih, tapi kenapa?Bima tersenyum menenangkan. "Mama masih sakit, sekarang Mama jangan banyak pikiran dulu, ya? Mama istirahat aja. Jangan sedih-sedih, ya, Ma. Jangan terlalu dipikirin. Oh iya, Ma, aku lupa beli buah buat Mama soalnya tadi aku buru-buru ke sininya. Hmm aku beli buah dulu, ya, Ma. Aku tinggal sebentar nggak pa-pa, ya, Ma?" Mira hanya terdiam. Bima menunduk mengecup dahi mamanya pelan, sebelum akhirnya keluar dari ruangan itu. Sepeninggal Bima, Mira menatap ruang rawat inap itu dengan pandangan menerawang. Air mata tak henti-hentinya keluar melalui parit matanya. Tangan kanan dan kirinya tampak bergegar, dia ingin menggerakkan, tapi tidak bisa. Tak lama kemudian Mira melihat pintu ruangannya kembali terbuka. Dia spontan menatap ke arah sana. Dilihatnya se
Last Updated : 2025-11-16 Read more