Raungan mesin Lamborghini Aventador milik Ethan membelah keheningan jalanan menuju sirkuit pribadi di pinggiran kota. Di balik kemudi, Bella tampak seperti orang yang berbeda. Rambutnya yang biasa tergerai rapi kini diikat kuda, menampakkan garis rahangnya yang tegas.Ethan, yang duduk di kursi penumpang, sesekali melirik takometer yang jarumnya terus menanjak. Ia harus mengakui, Bella punya nyali yang luar biasa."Kau yakin bisa mengendalikan monster ini, Bel?" tanya Ethan, suaranya hampir tenggelam oleh suara mesin.Bella hanya meliriknya dengan seringai tipis. "Jangan remehkan Bella si kutu buku ini, Mas. Diam-diam aku belajar banyak dari kamu, sang mantan pembalap.”***Setibanya di sirkuit, dua mobil telah siap. Ethan memilih Porsche 911 GT3 miliknya. Ia tidak ingin membiarkan Bella menang begitu saja, meski tawaran di akhir balapan sangat menggoda. Ego seorang Dirgantara tetaplah tinggi."Tiga putaran," seru Ethan melalui interkom helm. "Kalau aku menang, aku yang menentuka
Dernière mise à jour : 2025-12-28 Read More