Di rumah besar keluarga King.Begitu Henry masuk ke ruangan, ia melihat Ruby sedang menyuapi Nathan semur daging sapi. Saat melihat Nathan, Henry langsung merasa senang dan menyapa, “Hai, Nathan.”Di ruang tamu, Nathan yang mendengar namanya dipanggil langsung menoleh ke arah pintu. Begitu melihat Henry, ia segera turun dari kursi kecilnya dan berlari menghampiri, langkah kakinya kecil tapi cepat, sambil berseru, “Kakek Buyut!”Suara Henry pun terdengar nyaring di seluruh rumah.Begitu sampai di depan Henry, Nathan dengan sigap memberikan sandal rumah di hadapannya sebagai bentuk perhatian. “Waktunya ganti sepatu, Kakek Buyut.”Hati Henry langsung terasa hangat. Ia memakai sandal itu, lalu menggendong Nathan sambil berkata, “Aku punya cicit yang manis sekali.”Meski usianya sudah lebih dari delapan puluh tahun dan biasanya selalu dibantu oleh pelayan, Henry merasa mengangkat Nathan begitu mudah
Mehr lesen