Mahen memutar gagang pintu kamar, tapi terkunci. Ini sudah malam ketiga Maudy tidak ingin Mahen tidur satu kamar dengannya. Selama tiga hari tiga malam pula mereka tidak saling berbicara. Maudy masih sangat kesal, sekaligus kecewa akan sikap lelaki itu terhadapnya.Lelaki berahang keras itu menghela napas dengan dalam. Ia mengetuk daun pintu lembut, memanggil nama Maudy dengan penuh kasih sayang. Namun, tidak ada tanggapan.“Maudy ….” Mahen terus memanggil.Hening, tidak ada jawaban dari Maudy.“Sayang ….” Lelaki itu terus berusaha, tapi tetap saja tidak ada tanggapan dari Maudy. Wanita itu tetap diam, tidak ingin menanggapi sama sekali.Mereka sama-sama tersiksa jika berada di posisi yang seperti ini. Tidak saling bicara, tidak saling bertatap muka, tidak saling berinteraksi satu dengan yang lain selama beberapa hari ini. Sungguh, tidak ada hal yang paling menyiksa dibanding didiamkan oleh sang istri.“Aku minta maaf.” Mahen berucap dengan lemah. Entah sudah berada kali ia meminta ma
Terakhir Diperbarui : 2025-06-08 Baca selengkapnya