“Mbak, ada tamu.” Hanum berucap ketika Maudy tengah menikmati makan siang bersama anak dan suaminya.“Kau tidak lihat kami sedang makan?” Mahen bertanya dengan tajam.“Sayang …. Jangan terlalu galak, Hanum hanya memberitahu.” Maudy berucap dengan lembut, mendinginkan hati suaminya yang selalu panas setiap kali ia melihat Hanum. “Siapa yang datang?” Maudy menoleh pada pembantunya itu.“Aku tidak tahu, Mbak. Aku tidak kenal orangnya, tapi dia kenal sama Mbak katanya.” Hanum menjelaskan.“Ya sudah, minta dia menunggu. Aku akan ke sana sebentar lagi.” Maudy tetap berucap dengan lembut.Hanum mengangguk, lalu beranjak pergi.Maudy mulai melahap dengan lebih cepat dari sebelumnya. Tampak terburu-buru karena dikejar waktu untuk bertemu dengan tamu.“Pelan-pelan, Sayang. Awas nanti keselek.”“Uhuk! Uhuk!”“Tuh kan, baru juga dibilang.” Mahen meraih gelas, lalu menuangkan air putih untuk Maudy. “Ini, minum dulu.”Maudy menerima gelas itu, ia langsung menenggaknya hingga habis. “Makasih, Sayang
Terakhir Diperbarui : 2025-06-11 Baca selengkapnya