Ewan memang sudah berjalan cukup jauh, tetapi dengan tingkat kultivasinya, dia masih bisa mendengar dengan jelas beberapa mahasiswa yang memakinya dari belakang.Ewan tidak memedulikannya. Karena dia yakin, begitu pertandingan dimulai, pasti akan langsung menarik minat para mahasiswa itu.Tak lama kemudian, Ewan mengikuti Labh sampai ke barisan paling depan. Di sana sudah duduk banyak tamu undangan. Di posisi tengah barisan pertama duduk seorang pria paruh baya bermata besar dengan alis tebal, berusia sekitar 50 tahun, dengan rambut yang sudah memutih.Sekilas saja Ewan langsung mengenali identitas pria itu.Menteri Kesehatan, Marlo.Labh membawa Ewan ke hadapan Marlo dan memperkenalkannya dengan hormat, "Pak Marlo, ini adalah Ewan."Ewan segera menyapa, "Halo Pak Marlo, saya Ewan."Melihat Ewan mengenakan jubah putih panjang, berwajah tampan, dengan aura yang luar biasa, Marlo langsung memiliki kesan baik. Dia berdiri dan menjabat tangan Ewan sambil berkata, "Ewan, aku sudah lama mend
Read more