Di atas panggung.Para petugas mencabut seluruh jarum perak dari tubuh boneka kayu, lalu meletakkannya kembali ke atas baki."Bocah, sekarang giliranmu," kata Danta mengingatkan Ewan.Ewan melangkah ke depan boneka kayu, lalu mengambil kain hitam dan menutup matanya. Jarinya menjepit satu jarum perak, lalu dia bertanya, "Pak Danta, sepanjang hidupmu, apakah kamu pernah kalah?""Belum pernah," jawab Danta dengan penuh kebanggaan. "Seumur hidupku, aku nggak pernah kalah."Ewan tersenyum. "Kalau begitu selamat, karena kekalahanmu akan dimulai dari sekarang."Apa maksudnya?Danta belum sempat bereaksi, Ewan sudah mulai menusukkan jarum.Syut, syut, syut!Ewan menusukkan tiga jarum secara beruntun.Jarum pertama menusuk bagian pelipis kepala boneka kayu. Jarum kedua menusuk bagian puncak kepala. Jarum ketiga menusuk bagian tengah dada. Lalu, Ewan kembali menusukkan satu jarum ke bagian bawah tulang dada, tepat di ujung tulang dada.Empat jarum selesai ditusukkan.Sudut bibir Danta terangkat
Read more